Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minat Belanja Konsumen AS Pulih Lebih Cepat dari Perkiraan

Meskipun pandemi virus coron belum usai, kondisi ekonomi Amerika Serikat terlihat mulai pulih seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  08:35 WIB
Supermarket D-Mart yang dikelola oleh Avenue Supermarts Ltd di Maharashtra, India. - Bloomberg
Supermarket D-Mart yang dikelola oleh Avenue Supermarts Ltd di Maharashtra, India. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Orang Amerika telah membuka dompet mereka lagi, lebih cepat dari perkiraan bullish Wall Street bahkan mengejutkan perusahaan produk konsumen.

Ada beberapa sentimen optimis yang datang dari pemilik bisnis, salah satunya bos Under Armour Inc. yang mengatakan pada Jumat (30/10), bahwa permintaan kuartal ketiga terbukti jauh lebih tinggi daripada yang mereka antisipasi, terutama di Amerika Utara, karena pendapatan stabil pasca penurunan selama dua kuartal terakhir.

Dilansir melalui Bloomberg, pembuat mainan Mattel Inc. pekan lalu melaporkan pertumbuhan kuartalan tertinggi dalam satu dekade berkat permintaan mainan yang melonjak di tengah lockdown dan pembatasan sosial.

Bahkan Starbucks Corp., yang penjualannya sempat terkontraksi setelah orang Amerika berhenti berkegiatan di luar rumah, terkejut dengan kecepatan kebangkitan penjualan.

“Pemulihan sebenarnya terjadi lebih cepat dari yang kami perkirakan,” kata CEO Starbucks Kevin Johnson di Bloomberg TV, seperti dikutip Sabtu (31/10/2020).

Penjualan toko tercatat turun hanya 4 persen di AS pada bulan September, setelah jatuh ke titik terendah negatif 65 persen pada bulan April.

“Kami berfokus pada pengalaman yang dicari pelanggan saat ini, yang kami anggap sebagai pengalaman yang aman, familier, dan nyaman, dan yang telah mendorong pemulihan kami," tambahnya.

Menuju musim laporan keuangan berikutnya, analis telah memperkirakan pembuat makanan kemasan akan melaporkan kuatnya kuartal ketiga, mengingat kebangkitan kembali belanja dapur masyarakat.

Namun mereka tidak meramalkan permintaan yang begitu tinggi di sektor konsumen lain, antara lain restoran cepat saji hingga barang mewah.

Serentetan merek produk konsumen melaporkan hasil penjualan yang lebih baik dari perkiraan bersamaan pada pekan di mana pengeluaran pribadi orang Amerika dinyatakan naik 40,7 persen tahunan pada kuartal terakhir, sejauh ini merupakan rekor terbesar.

Menurut data Bloomberg, laba per saham di perusahaan produk konsumen rata-rata mencapai 24 persen lebih tinggi dari perkiraan analis selama kuartal terakhir.

Under Armour menunjukkan kenaikan yang paling signifikan. Tetapi ada juga perusahaan lain yang memiliki awal yang sulit untuk tahun ini di tengah pandemi turut mengalahkan ekspektasi, termasuk Tapestry Inc. (Coach) dan Darden Restaurants Inc. (Olive Garden).

Presiden Customer Growth Partners Craig Johnson menyebutkan bahwa data terbaru neraca rumah tangga AS, meskipun dengan 11 juta orang yang masih menganggur, menunjukkan keuangan rumah tangga yang sehat dalam beberapa tahun terakhir.

"Semua data mendukung tesis kami dan perkiraan bahwa belanja Natal akan berkembang pesat, naik 5,8 persen secara tahunan," tulisnya dalam sebuah email.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja amerika serikat Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top