Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Umumkan Rencana Ekonomi 5 Tahunan Hari Ini

Rencana ekonomi ini akan mencakup penjelasan bagaimana negara itu akan mengarahkan pertumbuhan dan mengembangkan industri dalam menghadapi lingkungan eksternal yang antagonis.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  11:23 WIB
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - China akan mengumumkan rencana ekonomi untuk jangka lima tahun dan 15 tahun ke depan hari ini, Kamis (29/10/2020).

Rencana ekonomi ini akan mencakup penjelasan bagaimana negara itu akan mengarahkan pertumbuhan dan mengembangkan industri dalam menghadapi lingkungan eksternal yang antagonis.

Rilis cetak biru kebijakan ini akan diungkapkan oleh Partai Komunis China pada akhir pertemuan tertutup di Beijing.

Menghadapi ketegangan yang meningkat dengan AS dan ekonomi dunia yang dilanda virus, para pejabat di Beijing diharapkan untuk memetakan jalan yang mengacu pada sumber daya domestik dan konsumsi untuk menjamin pertumbuhan.

Komite Sentral dari Partai Komunis China sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 200 pemimpin puncak, biasanya partai akan merilis komunike yang akan disempurnakan dalam beberapa minggu mendatang sebelum disetujui oleh parlemen China tahun depan. Rencana ekonomi ini diperkirakan akan fokus pada inovasi teknologi, konsumsi, pengendalian polusi dan lebih banyak janji untuk terus membuka ekonomi bagi persaingan asing.

Berbeda dengan rencana lima tahun terakhir, yang berupaya mencapai pertumbuhan menengah-tinggi untuk membangun masyarakat yang cukup sejahtera, sidang pleno ini diharapkan berfokus pada kualitas daripada kecepatan pertumbuhan, bahkan mungkin mengesampingkan target PDB.

Dikutip dari Bloomberg, investor dan pebisnis akan memperhatikan sinyal tentang kebijakan yang dapat membentuk permintaan global.

"China menyadari sekarang ini rentan. Jadi, para pemimpin harus siap menghadapi hal-hal seperti pemisahan teknologi," kata Wang Huiyao, Penasihat Kabinet China dan pendiri Center for China and Globalization.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top