Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Boeing Target Pangkas Ribuan Karyawan Tahun Depan

Perusahaan awal tahun ini menargetkan pemotongan 10 persen untuk stafnya, yang berjumlah 160.000 pegawai pada awal tahun. Namun, Boeing sekarang menargetkan jumlah karyawannya menjadi 130.000 pada akhir tahun depan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  09:45 WIB
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati.  - Boeing
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Boeing akan memangkas ribuan pekerjaan hingga akhir 2021 karena pandemi terus menekan permintaan perjalanan udara, mendorong raksasa kedirgantaraan itu untuk memangkas biaya lebih lanjut.

Perusahaan awal tahun ini menargetkan pemotongan 10 persen untuk stafnya, yang berjumlah 160.000 pegawai pada awal tahun. Namun, Boeing sekarang menargetkan jumlah karyawannya menjadi 130.000 pada akhir tahun depan.

Dilansir oleh CNBC, pengumuman itu muncul setelah perusahaan mencatat kerugian dan mengatakan akan menyesuaikan dengan penurunan permintaan untuk perjalanan udara.

Perusahaan telah menghadapi ratusan pembatalan pesanan pesawat, sebagian besar untuk 737 Max, yang telah dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah dua kecelakaan fatal.

CEO Boeing David Calhoun mengatakan perusahaan itu hampir mencapai 'garis akhir' untuk meminta regulator mencabut larangan penerbangan mereka pada pesawat terlaris mereka, seri MAX.

Boeing telah menghabiskan sekitar US$ 22 miliar insentif pemerintah yang digulirkan sejak Maret 2019, ketika regulator melakukan grounded atas produksi pesawat jet seri MAX ini.

"Arus kas keluar mungkin akan berlanjut hingga 2022," kata Chief Financial Officer Boeing Greg Smith, dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing phk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top