Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Per Oktober, 6.000 Karyawan HSBC Di-PHK. Targetnya 35.000

Dikutip dari CNN Business, HSBC mengatakan perusahaan akan membuang aset US$100 miliar hingga 2022, dimulai dari Februari tahun depan. Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  11:37 WIB
 Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay
Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay

Bisnis.com, JAKARTA - HSBC, bank besar yang berbasis di London, menegaskan akan memangkas 35.000 dari total 235.000 karyawan globalnya pada Februari mendatang.

Saat ini, perusahaan baru melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawannya.

Kepala eksekutif Noel Quinn mengatakan bahwa rencana tersebut berada di jalur yang tepat. Dia menambahkan manajemen sedang mencari cara untuk melangkah lebih jauh.

HSBC mencatat penurunan pendapatan sebesar 11 persen pada kuartal ketiga dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu. Laba sebelum pajak perusahaan juga turun 36 persen tahun ke tahun menjadi US$3,1 miliar.

"Kami mempercepat transformasi grup, memindahkan fokus kami dari lini bisnis yang sensitif suku bunga ke bisnis yang menghasilkan biaya, dan selanjutnya mengurangi biaya operasional kami," kata Quinn dikutip dari Yahoo Finance UK.

HSBC juga akan memangkas biaya lebih dari US$4,5 miliar, seperti yang sudah direncanakan pada awal tahun ini. Aset tertimbang perusahaan juga akan berkurang lebih dari perkiraan sebelumnya.

Bank tersebut mengatakan akan memberikan rincian lengkap tentang rencana restrukturisasi baru yang lebih agresif pada Februari mendatang.

Sayangnya, Quinn tidak akan mengatakan apakah rencana baru tersebut akan melibatkan lebih banyak PHK.

"Kami tidak menargetkan jumlah pengurangan jumlah karyawan, kami menargetkan jumlah pengurangan biaya," kata Finance Chief HSBC Ewen Stevenson.

Dikutip dari CNN Business, HSBC mengatakan perusahaan akan membuang aset US$100 miliar hingga 2022, dimulai dari Februari tahun depan. Kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk hsbc
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top