Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prosek Global Redup, Sinyal Pemulihan Ekonomi China Jadi 'Mixed'

Sebagai pengekspor terbesar di dunia, China dihadapkan pada prospek ekonomi global yang memburuk di tengah kasus virus yang muncul kembali dan mengancam pemulihan domestik yang tetap kuat.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  10:12 WIB
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg
Salah satu layar perdagangan di bursa saham China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan ekonomi China menunjukkan sinyal beragam namun tetap stabil secara luas di bulan Oktober, kendati bisnis kecil menjadi lebih berhati-hati dan pasar properti melemah bahkan saat penjualan mobil melonjak.

Indeks agregat yang menggabungkan delapan indikator dasar yang dilacak oleh Bloomberg tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Kepercayaan bisnis kecil menurun pada bulan Oktober, dengan sub-indeks melemah secara keseluruhan, menurut Standard Chartered Plc, yang melakukan survei terhadap lebih dari 500 perusahaan kecil setiap bulan.

Sebagai pengekspor terbesar di dunia, China dihadapkan pada prospek ekonomi global yang memburuk di tengah kasus virus yang muncul kembali dan mengancam pemulihan domestik yang tetap kuat.

“Laju pemulihan melambat pada bulan Oktober,” ujar Ekonom Standard Chartered Shen Lan dan Ding Shuang dalam sebuah laporan.

"Sub-indeks 'ekspektasi' turun menjadi 52,6 di bulan Oktober dari rata-rata 54,7 di kuartal ketiga, menunjukkan prospek bisnis yang lebih berhati-hati menjelang akhir tahun."

Penjualan rumah, yang tetap cukup tangguh meskipun terjadi penurunan ekonomi tahun ini, mulai mendingin karena pembuat kebijakan memperketat cengkeraman pembiayaan kepada pengembang.

Ekspor Korea Selatan, salah satu barometer perdagangan global, juga memburuk dalam 20 hari pertama bulan Oktober - meskipun data tersebut dipengaruhi oleh lebih sedikit hari kerja di bulan tersebut. Deflasi pabrik kemungkinan semakin dalam di bulan tersebut, sehingga membebani pertumbuhan laba di industri yang menghadapi kenaikan harga input yang lebih cepat daripada harga output.

Pada saat yang sama, penjualan mobil meningkat dan mencatat pertumbuhan yang solid sejalan dengan tren peningkatan umum yang terlihat baru-baru ini pada belanja konsumen.

Peningkatan konsumsi dapat membantu memacu output layanan, yang mengungguli manufaktur di perusahaan kecil untuk pertama kalinya sejak guncangan Covid-19, menurut Standard Chartered.

Indeks manajer pembelian, yang akan jatuh tempo dalam beberapa hari mendatang, juga akan memberikan wawasan tentang pemulihan di China. Sementara itu, indeks manufaktur tampaknya akan mengalami penurunan kecil pada bulan Oktober, kemungkinan karena penutupan selama liburan golden week di China tahun ini.

Namun, Ekonom Bloomberg Economics Chang Shu melihat hal ini bukan menandai hilangnya momentum pemulihan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pemulihan ekonomi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top