Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO : Eropa Butuh Percepatan dalam Memerangi Covid-19

Kurangnya kapasitas pelacakan kontak dapat membawa Eropa menuju kondisi yang lebih buruk, menurut seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  13:31 WIB
Lambang World Health Organization (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusat badan kesehatan dunia itu di Jenewa, Swiss, Selasa (18/2/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth
Lambang World Health Organization (WHO) terpampang di pintu masuk kantor pusat badan kesehatan dunia itu di Jenewa, Swiss, Selasa (18/2/2020). - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, Jakarta – WHO menekan negara-negara di Eropa untuk mengambil tindakan yang lebih serius dalam penanganan virus COVID-19.

Kurangnya kapasitas pelacakan kontak dapat membawa Eropa menuju kondisi yang lebih buruk, menurut seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Wilayah Eropa secara keseluruhan yang terdiri dari 46 negara, telah menyumbang 46 persen dari kasus global dan hampir sepertiga angka total dari kematian, menurut Mike Ryan, pakar darurat utama WHO.

"Saat ini di Eropa membutuhkan percepatan yang serius dari apa yang kami lakukan," ujar Ryan dalam konferensi pers seperti dikutip dari channelnewsasia.com.

Kapasitas klinis untuk menangani pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit telah meningkat di Eropa dan tingkat kematian "sangat rendah", ujar Ryan, yang memberikan penghormatan kepada sistem kesehatan dan pekerja medis.

"Tapi kami melihat sejumlah besar kasus, kami melihat penyakit yang tersebar luas, kami melihat tingkat kepositifan yang sangat tinggi dan peningkatan akan kurangnya kapasitas untuk melakukan berbagai bentuk contact-tracing yang efektif yang selanjutnya akan mendorong penyakit tersebut menjadi lebih buruk, dan banyak negara sekarang menghadapi momok lockdown dalam beberapa minggu mendatang. Ini bukan situasi di mana saya yakin negara mana pun di Eropa atau di dunia ingin berada," tambahnya.

Maria Van Kerkhove, yang menjabat sebagai kepala teknis WHO untuk COVID-19, mengatakan masih berharap bahwa negara-negara tidak perlu melakukan apa yang disebut lockdown nasional ini.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa selama gelombang pertama, Italia dan Spanyol mengambil tindakan serius untuk melindungi yang rentan tetapi pada saat yang sama mengurangi penularan. Kombinasi dari ini sangat penting," ujarnya.

Tedros mengatakan pemerintah dan warga perlu melakukan bagian mereka dalam meminimalkan penularan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa who pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top