Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usulan Keadaan Darurat Ditolak Raja Malaysia, Posisi PM Muhyidin Terancam

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin telah meminta penerapan aturan darurat di tengah lonjakan baru infeksi Covid-19. Sayang, permintaannya ditolak.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  19:42 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (Tengah) berdoa bersama para pendukungnya di luar kediamannya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). - Antara
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (Tengah) berdoa bersama para pendukungnya di luar kediamannya, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (1/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin untuk menyatakan keadaan darurat untuk memerangi epidemi Covid-19 ditolak Raja Malysia Al-Sultan Abdullah. Muhyiddin pun menghadapi seruan untuk mengundurkan diri lantaran masyarakat ragu akan kebijakannnya.

Muhyiddin telah meminta penerapan aturan darurat di tengah lonjakan baru infeksi Corona di Malaysia dan pandemi global yang telah menghantam perekonomian. Namun, para kritikus menuduhnya tengah mencari alasan untuk menangguhkan sidang parlemen.

Sidang parlemen akan mengagendakan penyampaian pendapat dari para anggota yang sebelumnya dimenangkannya dengan posisi mayoritas tipis.

Penolakan Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah terlihat semakin mengikis cengkeraman Muhyiddin pada kekuasaan, sebulan setelah pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan dia mendapat dukungan mayoritas di parlemen. Dukungan terhadap Anwar termasuk dari pembelot dari aliansi yang berkuasa sehingga memungkinkan terbentuknya pemerintahan baru.

Selain menolak permintaan Muhyiddin kemarin, raja juga meminta politisi untuk mengakhiri politik yang dapat mengganggu kestabilan pemerintah yang dinilainya telah menangani pandemi dengan baik.

Akan tetapi para pemimpin partai lain dalam koalisi Muhyiddin serta oposisi mengkritik langkahnya karena dinilai memamfaatkan keadaan darurat. Mereka meminta Muhyidin mundur setelah tawaran itu gagal.

"Syukurlah, Yang Mulia Raja tidak terpengaruh oleh permainan politik yang bisa menyeret negara ke wilayah yang lebih kritis," kata Ahmad Puad Zarkashi, pemimpin senior di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam koalisi yang berkuasa seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (26/10/2020).

Dalam sebuah unggahan di Facebook, dia mengatakan bahwa kesejahteraan rakyat lebih penting. Oleh karena itu, seharusnya Muhyiddin turun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top