Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Strategi Pemerintah Sediakan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Untuk strategi jangka pendek, Bio Farma mengejar kecepatan dan transfer teknologi dari proses hilir dengan calon mitra yang sudah masuk dalam list vaksin yang sudah masuk WHO.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  14:05 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tengah mengupayakan penyediaan vaksin sebagai wujud penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Salah satu yang diandalkan adalah kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan perusahaan asal China, Sinovac.

Project Senior Integration Manager Research and Development PT Bio Farma Neni Nuraini menjelaskan, untuk strategi penyediaan vaksin, Bio Farma memiliki strtaegi jangka pendek dan juga jangka panjang.

“Dalam strategi jangka pendek, yang dikejar adalah kecepatan serta transfer teknologi dari proses hilir dengan calon mitra yang sudah masuk dalam list vaksin yang sudah masuk WHO. Kerja sama yang dilakukan di antaranya dengan Sinovac dan CEPI,” ungkapnya dalam bincang Bincang Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Amin, Senin (26/10/2020).

Sementara itu, untuk strategi jangka menengah dan panjang, sejumlah lembaga penelitian pemerintah melakukan pengembangan vaksin dari proses hulu, kerja sama dengan triplehelix, ada riset dari Lembaga Eijkman, RISTEK/Brin, Balitbangkes Kemenkes, dan pengawalan regulasi dari badan POM.

Adapun, menjawab pertanyaan seputar kerja sama dengan Sinovac, Neni menjawab salah satu alasan bekerja sama dengan perusahaan milik China tersebut adalah karena Sinovac sudah lebih dulu lulus uji klinis fase 1 untuk vaksin SARS.

“Sinovac sudah berpengalaman untuk produksi vaksin pandemik yang H1N1, sudah WHO Prequalified sehingga setara dengan Bio Farma dari segi fasilitasnya. Dan Sinovac juga menjadi salah satu perusahaan yang sudah masuk fase 3. Uji klinis fase 1 dan 2 sudah berhasil sudah menunjukkan keamanan dan respons imun yang baik,” jelasnya.

Adapun, dengan bekerja sama bersama Sinovac pengembangan vaksin bisa lebih cepat lantaran Sinovac sudah ada pengalaman dalam pengembangan vaksin keluarga virus corona sebelumnya. Selain itu, teknologi juga berkembang cepat sehingga ada proses uji klinis 1,2, dan 3 bisa dilakukan secara paralel.

“Selain itu, sudah ada relaksasi regulasi, dan ada kolaborasi global. Ini yang membuat vaksin biasanya diproduksi 6-15 tahun bisa jadi lebih cepat,” terangnya.

Neni menyebutkan, saat ini skema kolaborasinya sudah di uji klinis fase 3. Hal itu penting untuk dilakukan untuk keamanan dan ada juga proses transfer teknologi dari Sinovac ke Bio Farma.

“Targetnya akhir Januari 2021 dapat data intern analisis untuk kita ajukan emergency use of authority (EUA) ke BPOM sebelum diproduksi rutin oleh Bio Farma,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk program jangka panjang pemerintah juga tetap mengejar dan dilakukan. Untuk jangka panjang dibutuhkan kemandirian sehingga vaksin akan diperoleh dari Lembaga Eijkman.

“Tentunya vaksin yang kita kembangkan harus memenuhi persyaratan WHO, dari upscaling, uji preklinis, dan uji klinis. Nanti 2022 targetnya sudah ada EUA ke BPOM,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin bio farma Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top