Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Tangkap 8 Mahasiswa di Tol Pasteur Bandung

Di lokasi demo depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Polda Sulsel menangkap 21 massa aksi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  05:41 WIB
Anggota Kepolisian berpakaian sipil menangkap seorang demonstran pada unjuk rasa tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/10/2020). Aksi yang menolak dan menuntut pembuatan Perppu untuk Undang-Undang Cipta Kerja tersebut berakhir ricuh. ANTARA FOTO - Novrian Arbi
Anggota Kepolisian berpakaian sipil menangkap seorang demonstran pada unjuk rasa tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/10/2020). Aksi yang menolak dan menuntut pembuatan Perppu untuk Undang-Undang Cipta Kerja tersebut berakhir ricuh. ANTARA FOTO - Novrian Arbi

Bisnis.com, JAKARTA  - Polda Jawa Barat (Jabar) menangkap delapan massa demonstrasi menentang UU Cipta Kerja di Gerbang Tol Pasteur Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020) karena mencoba untuk melakukan sabotase pada pintu tol.

"Keseluruhan (yang diamankan) adalah mahasiswa asal dari UIN Sunan Gunung Jati, Uninus, Unpas, Unjani, UIN, dan Stikes," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Polri menjelaskan demo penolakan UU Cipta Kerja pada Jumat (23/10/2020) terjadi di 11 titik yang berada di tiga Polda.

Dia menambahkan di tiga Polda tersebut, jumlah massa demo seluruhnya berjumlah sekitar 800 orang dengan dua provinsi memiliki massa aksi terbesar yaitu Jawa Timur dengan 400 peserta aksi dan Jawa Barat dengan 250 peserta aksi.

Sementara, di lokasi demo depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Polda Sulsel menangkap 21 massa aksi.

Dari massa aksi yang diamankan, ada 11 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan karena terlibat pembakaran mobil operasional salah satu partai politik.

Sementara, sembilan massa aksi lainnya dikembalikan ke orang tuanya masing-masing dan seorang massa aksi dilimpahkan kasus-nya ke Satnarkoba Polrestabes Makassar karena positif mengonsumsi narkoba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol Omnibus Law

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top