Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap Serap 15.000 Tenaga Kerja, Jokowi Apresiasi Pabrik Gula di Bombana

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pabrik gula PT Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara itu akan mengurangi ketergantungan impor.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  14:34 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kebun tebu dalam acara peresmian pabrik gula PT Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020) - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
Presiden Joko Widodo meninjau kebun tebu dalam acara peresmian pabrik gula PT Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020) - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengapresiasi pabrik gula yang dioperasikan PT Alam Gemilang di Bombana, Sulawesi Tenggara. Hal ini dia sampaikan saat meresmikan pabrik gula tersebut, Kamis (22/10/2020).

"Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi," kata Presiden dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (22/10/2020).

Selain keberanian tersebut, satu hal yang digarisbawahi Presiden adalah pabrik akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Secara total, kebun dan pabrik dapat memperkerjakan maksimal 15.000 orang.

"Di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru. Keputusan ini patut kita hargai," ujar Presiden.

Presiden menambahkan bahwa pabrik Alam Gemilang akan mengurangi ketergantungan impor. Saat ini kebutuhan gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Sebanyak 2,1 juta ton di antaranya hasil diproduksi dalam negeri, sedangkan sisanya impor.

"Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita,\" kata Presiden.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden dimulai pada awal 2017 dan mulai berproduksi pada Agustus 2020. Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) dan dapat ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

Adapun Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas menuju Kabupaten Konawe Selatan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 07.00 WIB. Setelah meresmikan pabrik gula dan meninjau kebun tebu, Presiden akan meresmikan Jembatan Teluk Kendari.

Selepas kegiatan tersebut, Presiden dan rombongan terbatas akan kembali menuju Pangkalan TNI AU Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, untuk kembali ke Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pabrik gula sultra
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top