Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Mulai Buka 521 Hotel Saat Pandemi

Pengusaha perhotela di Amerika Serikat dilaporkan tidak akan terburu-buru untuk mempercepat pengerjaan dari proses perencanaan ke konstruksi karena permintaan masih lemah saat ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  10:32 WIB
Dokumentasi - Sejumlah demonstran memegang poster saat protes pembukaan hotel di depan Trump International Hotel di Vancouver, Canada (28/2/2017). ANTARA/REUTERS/David Ryder - aa.
Dokumentasi - Sejumlah demonstran memegang poster saat protes pembukaan hotel di depan Trump International Hotel di Vancouver, Canada (28/2/2017). ANTARA/REUTERS/David Ryder - aa.

Bisnis.com, JAKARTA – Data dari STR menunjukkan bahwa Amerika Serikat mulai membuka kembali hotel dengan jumlah paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya pada awal Maret 2020.

Dilansir dari travelpulse.com, data STR memperlihatkan bahwa Amerika Serikat (AS) membuka 521 properti dengan jumlah kamar mencapai 55.395 hingga 1 Oktober 2020.

Jika dirinci, hanya lima negara yang sudah membuka lebih dari 2.000 kamar selama pandemi Covid-19 yakni China (23.470 kamar), Jepang (16.304 kamar), Jerman (9.027 kamar), Kanada (9.027 kamar), dan Inggris (2.481 kamar).

“Secara umum, proyek yang sudah groundbreaking akan segera selesai, tetapi pengabaian dan penundaan proyek menjadi lebih banyak sehingga mempengaruhi rencana penambahan jumlah kamar dalam pipeline,” kata Senior Vice President STR.

Selain itu, dia mengemukakan pengusaha juga tidak akan terburu-buru untuk mempercepat pengerjaan dari proses perencanaan ke konstruksi karena permintaan masih lemah saat ini.

Tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sekitar 211 proyek di AS ditangguhkan, atau naik 56 persen dibandingkan tahun lalu. Selanjutnya, sebanyak 232 proyek ditinggalkan, atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel amerika serikat
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top