Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Infeksi Virus Corona di Eropa Cetak Rekor: Prancis Jam Malam, London Terapkan Pembatasan

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan membatasi gerakan penduduk di sembilan kota terbesar di negara itu.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  10:31 WIB
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Akibat penyebaran Virus Corona di Prancis tak terkendali, London siap-siap kembali lakukan pembatasan, sementara Prancis hanya akan mengetatkan aturan jam malam.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah meminta seluruh warga Inggris untuk tak keluar rumah dan tidak bercampur satu rumah dengan orang lain mulai akhir pekan ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan membatasi gerakan penduduk di sembilan kota terbesar di negara itu agar sudah berada di rumah mereka antara pukul 9 malam sampai 6 pagi selama empat pekan mulai Sabtu (17/10/2020).

Infeksi  Virus Corona di Jerman, Italia, dan Irlandia mencapai rekor pada Selasa (13/10/2020) dan Spanyol juga mencatatkan rekor kasus baru, tertinggi sejak April.

Sementara, Prancis memberlakukan jam malam, Kanselir Jerman Angela Merkel mengimbau warganya untuk mematuhi aturan dan menghindari kerumunan. Berbagai cara dilakukan untuk memerangi virus ini agar tak memicu kebingungan di tengah masyarakat yang sudah bosan menghadapi pandemi.

Alih-alih memilih lockdown, Johnson mengatakan tidak ingin melakukan lockdown kedua, melainkan hanya akan melakukan aturan circuit breaker dengan menutup sekolah selama dua pekan.

Adapun, mulai Jumat (16/10/2020), jutaan warga Ibu Kota Inggris sudah tidak bisa lagi bersosialisasi dengan para kerabat seperti tetangga, termasuk makan di restoran atau pergi ke bar.

“Saya paham bahwa pembatasan menyulitkan bagi masyarakat. Saya juga tidak mau memberlakukannya, tapi ini penting agar masyarakat tetap aman dan mencegah ekonomi makin ambruk ke depannya,” kata Matt Hancock, Menteri Kesehatan Inggris, mengutip Bloomberg, Jumat (16/10/2020).

Di luar London, Pemerintah Inggris juga bakal menerapkan strategi pembatasan atau disebut ‘whack-a-mole’ di regional.

Regulasi ini menciptakan ketegangan dengan wilayah utara yang dihuni lebih banyak penduduk miskin, di mana jumlah kasus meningkat dengan cepat.

Meskipun masih rencana, Pemerintah Inggris telah mengalokasikan Manchester untuk melakukan aturan tersebut. Adapun, masih terdapat perbedaan pendapat tentang pendekatan penanganan virus yang terbaik.

Perkembangan aturan terbaru ini dibuat setelah Jerman, Italia, Austria, dan Republik Ceko seluruhnya melaporkan kenaikan kasus. London sendiri mencatatkan rata-rata 100 infeksi per 100.000 orang.

Adapun Merkel masih berjuang untuk membuat kesepakatan dengan para pemimpin regional Jerman. Langkah-langkah seperti jam malam tersebut disepakati untuk daerah yang terkena dampak paling parah - termasuk menutup bar dan restoran pada pukul 11 malam dan mewajibkan penggunaan masker.

“Masalahnya bahwa setiap hari dengan kenaikan kasus makin banyak tiap hari, pemerintah lokal makin tidak mampu untuk melakukan pelacakan, dan akhirnya kehilangan arah siapa saja yang sudah terinfeksi,” kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Jerman melaporkan pada Kamis (15/10/20200) ada 7.137 kasus baru dalam 24 jam, melampaui tingkat tertinggi yang dicapai pada Maret lalu.

“Dan secara perekonomian kami tidak sanggup untuk menghadapi gelombang kedua,” kata Merkel.

Infeksi Virus Corona di Eropa mulai kembali melonjak pada akhir musim panas, dipicu oleh kembalinya para pelancong untuk berlibur. Pertemuan keluarga, pekerjaan, dan sosial kemudian mendorong penularan lebih lanjut.

Pada Kamis (15/10/2020), Jerman juga melaporkan bahwa seluruh wilayah Prancis, Belanda, dan Slovania akan menjadi wilayah berisiko tinggi Virus Corona mulai Sabtu 17 Oktober 2020 sampai seterusnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top