Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO: Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Bisa Lima Kali Puncak Kasus pada April Lalu

Kluge mengatakan kasus yang dikonfirmasi di 53 negara anggota organisasi di Eropa telah naik dari 6 juta menjadi lebih dari 7 juta dalam 10 hari.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  07:36 WIB
Virus corona ketika dicek dengan mikroskop - harvard.edu
Virus corona ketika dicek dengan mikroskop - harvard.edu

Bisnis.com, JAKARTA - Kematian akibat Virus Corona setiap hari di Eropa dapat mencapai empat atau lima kali puncaknya pada April kalau tindakan pencegahannya tidak efektif, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah sembilan negara melaporkan rekor jumlah infeksi baru.

Hans Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, mengatakan bahwa Eropa telah mencatat jumlah mingguan tertinggi kasus Covid-19, karena virus kembali menyebar dengan cepat ke seluruh benua.

“Situasi epidemiologi yang berkembang di Eropa menimbulkan keprihatinan besar: kasus harian meningkat, penerimaan rumah sakit meningkat dan Covid-19 sekarang menjadi penyebab kematian kelima di wilayah tersebut dan  menewaskan lebih dari 1.000 orang setiap hari, katanya seperti dikutip TheGuardian.com, Jumat (16/10/2020).

Hanya saja, Kluge mengatakan ada alasan untuk optimistis, karena situasinya tidak sama seperti saat gelombang pertama pandemi Covid-19

Adapun kontrol ketat yang diperkenalkan oleh banyak negara Eropa minggu ini dapat menyelamatkan ratusan ribu nyawa.

"Kami mencatat dua hingga tiga kali lebih banyak kasus per hari dibandingkan dengan April, katanya, tetapi kematian lima kali lebih sedikit.

Kluge mengatakan kasus yang dikonfirmasi di 53 negara anggota organisasi di Eropa telah naik dari 6 juta menjadi lebih dari 7 juta dalam 10 hari hingga 10 Oktober ketika total harian melebihi 120.000 kasus untuk pertama kalinya.

Akan tetapi, dia mengatakan peningkatan pengujian menyebabkan peningkatan kasus yang dikonfirmasi.

Sedangkan penularan yang lebih besar di antara orang yang lebih muda dan kurang rentan, ditambah peningkatan kemampuan rumah sakit untuk menangani kasus yang parah, membantu menurunkan angka kematian.

“Pemakaian masker yang sistematis dan umum, pada tingkat 95 persen daripada tingkat 60 persen saat ini, bersama dengan kontrol ketat pada pertemuan sosial di ruang publik, dapat menyelamatkan hingga 281.000 nyawa,” katanya.

Pembatasan yang lebih ketat yang diumumkan oleh beberapa negara Eropa mulai dari Belanda hingga Spanyol dan Prancis serta Republik Ceko mutlak diperlukan, kata Kluge.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top