Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertemu Dirjen WHO, Menlu Retno Update Vaksin Merah Putih

Menlu Retno Marsudi menyampaikan perkembangan terkait pengembangan vaksin Merah Putih kepada Dirjen WHO Tedros Adhanom.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  22:15 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom di Swiss, Jumat (16/10/2020). Dalam pertemuan itu, Menlu Retno menyampaikan kabar terbaru terkait pengembangan vaksin Merah Putih.

Saat kunjungan tersebut delegasi Indonesia memberikan kabar terbaru mengenai pengelolaan Covid-19 di Indonesia. Retno menjelaskan upaya Indonesia untuk mendapatkan vaksin Covid-19 melalui kerja sama dengan beberapa negara.

“Kami juga memberikan update mengenai upaya para ahli Indonesia mengembangkan vaksin nasional kita, Vaksin Merah Putih,” kata Retno saat media breafing virtual, Jumat (16/10/2020).

Pemerintah RI juga menjelaskan mengenai rencana vaksinasi dan sepakat dengan WHO untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi, baik dalam persiapan maupun pelaksanaan vaksinasi.

Selain itu, Indonesia dan WHO juga sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam pengelolaan pandemi dan kerja sama strategis lainnya di bidang kesehatan.

“Pak Wamen BUMN juga telah bertemu dengan UNICEF untuk membahas pengadaan distribusi vaksin dari COVAX. Dan sebagaimana diketahui, dibutuhkan infrastruktur distribusi, cold-chain dan kapasitas teknis tenaga kesehatan yang kuat untuk memastikan kelancaran proses vaksinasi di Indonesia," ujarnya.

Retno dan Tedros juga membahas mengenai Foreign Policy and Global Health. Dalam perkumpulan itu, Indonesia menjadi ketua untuk tahun ini. Sementara itu, Dirjen WHO mengapresiasi kepemimpian Indonesia dalam FPGH.

“Isu mengenai affordable health care for all menjadi lebih relevan selama pandemi ini. Kita juga melakukan tukar pandangan mengenai situasi pandemi dunia saat ini, termasuk tantangan-tantangan baru yang dihadapi negara dunia," ungkap Retno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who menlu Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top