Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh! Ketersediaan Fasilitas Cuci Tangan di Masyarakat Jauh dari Target

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 tumah tangga yang terlayani fasilitas CTPS baru 48,4 persen. Bagaimana dengan tempat usaha?
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:28 WIB
Ilustrasi - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mencoba tempat cuci tangan yang disediakan di kawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (13/6/2020).  - JIBI/Ujang Hasanudin
Ilustrasi - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mencoba tempat cuci tangan yang disediakan di kawasan Pantai Parangtritis, Sabtu (13/6/2020). - JIBI/Ujang Hasanudin

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa seharusnya 80 persen masyarakat harus memiliki akses pada fasiltas cuci tangan. Hal itu dinyatakan dalam peringatan hari cuci tangan pakai sabun (CTPS) sedunia.

Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nurcahya Murni mengatakan bahwa Kemendagri mendukung CTPS yang merupakan kampanye nasional yang dicanangkan Presiden.

“Dukungan tersebut nyata dilakukan dengan melalui surat bahwa kami sudah berkirim radiogram kepada gubernur, bupati, wali kota dan pimpinan daerah lainnya untuk mengimbau pemerintah daerah agar turut mengkampanyekan gerakan CTPS dalam rangka memperingati CTPS sedunia,” ungkapnya dalam peringatan CTPS Sedunia, Kamis (15/10/2020).

Dia mengajak masyarakat, seluruh kementerian dan lembaga agar menjadikan momentum hari CTPS sedunia sebagai gerakan bersama untuk mengajak semua pihak dan lapisan masyarakat agar disiplin mencuci tangan mengunakan sabun dan dengan air mengalir dalam aktivitas sehari-hari, kapan pun dan dimanapun.

“Dengan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran di daerah diharapkan juga dapat mendukung dan memaksimalkan CTPS dalam hal penyediaan sarana prasarana, edukasi, penyuluhan, dan fasiltas pendukung lainnya,” imbuh Hari.

Hari mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 tumah tangga yang terlayani fasilitas CTPS baru 48,4 persen.

Adapun, hanya 33 persen di antaranya yang melakukan CTPS satu kali di waktu kritis, setelah BAB, atau melakukan kegiatan aktivitas harian.

Sementara itu, puskesmas yang punya fasiilitas CTPS berdasarkan data 2019 baru 33 persen.

Kemudian, berdasarkan survei BPS tahun ini mengenai perilaku masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat yang melakukan CTPS masih kurang dari 50 persen.

Selain itu, sarana prasarana di ruang publik, seperti di pasar baru tersedia 48,59 persen, tempat ibadah baru 25 persen, tempat kerja 18 persen, dan mal baru 23 persen.

“Kondisi ini masih jauh dari harapan kita. Kalau kita mau menanggulangi kondisi pandemi harus lebih dari 50 persen atau di angka 80 persen. Kalau mau ‘kebal’, ya sarpras harus dipenuhi, dan CTPS bisa dilakukan mayoritas masyarakat,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes kemendagri
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top