Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Langgar Protokol Kesehatan, Warga Liverpool Pesta di Jalan. Ini Videonya

Sekelompok pemuda-pemudi turun ke jalanan di Liverpool dan berteriak pada pukul 10 malam, sambil melanggar protokol kesehatan virus corona.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  14:07 WIB
Sel virus Corona - Istimewa
Sel virus Corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kota liverpool saat ini sedang dikejutkan dengan aksi berpesta pada malam hari yang dilakukan oleh beberapa orang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tier three restrictions yang diberlakukan oleh pemerintah.

Polisi telah diterjunkan ke jalan-jalan Liverpool untuk menangani kerumunan anak muda yang berpesta di jalan. Kejadian tersebut terjadi ketika kota itu menuju pembatasan virus korona dengan sistem pembatasan yang baru pada hari ini (14 Oktober) setelah Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan sistem "traffic light".

Salah satu pelaku aksi tersebut meneriakkan “Herd immunity kita datang” sembari melakukan aktivitas minum-minum di jalanan. Penduduk lain yang melihat aksi tersebut tercengang oleh pemandangan tersebut, dengan seorang penduduk mengatakan kepada Liverpool Echo bahwa itu adalah salah satu pemandangan paling mengerikan yang pernah disaksikan.

Para pelaku yang didominasi oleh anak-anak muda tersebut turun ke jalanan di Liverpool tidak lama setelah jam malam yang diberlakukan pada pukul 10 malam untuk pub dan bar. Para pelaku terlihat menari di jalanan tanpa masker wajah maupun menjaga jarak sosial.

Sebuah video yang mengejutkan menunjukkan sebuah mobil polisi yang dikelilingi oleh para peserta, dengan beberapa tampak menyerang kendaraan petugas tersebut. Rekaman lain menunjukkan orang-orang berpelukan saat petugas mencoba dan memindahkan mereka.

Beberapa penduduk sekitar yang melihat aksi tersebut menyatakan perasaan takut mereka, mereka juga menambahkan bahwa terdapat sekelompok anak muda yang melarang aturan menjaga jarak sosial dan menyerang mobil aparat polisi di jalanan mereka melakukan aksi tersebut

"Peristiwa ini memiliki dampak yang sangat besar bagi saya karena menjadi jelas bahwa lockdown gelombang kedua yang akan dihadapi Liverpool mulai besok akan berpotensi menimbulkan gelombang kerusuhan dan pemberontakan yang sangat berbahaya dari orang-orang yang tidak percaya pada kebijakan pembatasan ini dapat mencegah virus corona,” ujar Johnson seperti yang dikutip dari Express, Rabu (14/10/2020).

Perdana Menteri Johnson memperkenalkan sistem pembatasan tiga tingkat pada hari Selasa (13 Oktober), dalam upaya untuk mengekang angka kasus virus korona yang meningkat pesat. Liverpool ditempatkan di bawah batasan tingkat "sangat tinggi", yang membuat kota tersebut terpaksa menutup pub dan barnya. Orang-orang di Liverpool juga tidak dapat bertemu dengan siapa pun di luar rumah mereka maupun keluarga lain selain mereka yang berada dalam satu rumah.

Langkah-langkah tersebut mulai berlaku pada tengah malam, dengan penonton pesta turun ke jalan setelah pub ditutup untuk waktu yang dapat diperkirakan pada pukul 10 malam.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liverpool Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top