Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Brimob Tembaki Ambulans saat Demo 1310 UU Cipta Kerja, Polisi Periksa Pengendara

Kecurigaan anggota Polri terhadap ambulans yang ditembaki itu berawal ketika petugas memberhentikan mobil ambulans tersebut, namun malah melarikan diri.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  13:47 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjuk ambulans yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu dalam kericuhan aksi 22 Mei. Ambulans tersebut menjadi alat bukti dan berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi - Petugas menunjuk ambulans yang diduga disalahgunakan untuk membawa batu dalam kericuhan aksi 22 Mei. Ambulans tersebut menjadi alat bukti dan berada di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah memeriksa petugas medis yang mobil ambulans-nya ditembaki oleh anggota Polri dan viral di media sosial saat aksi penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law pada Selasa (13/10/2020).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Heru Novianto membeberkan bahwa mobil ambulans itu adalah milik relawan kesehatan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

"Sementara petugas medisnya masih diperiksa di Polda Metro Jaya untuk mendalami alasan mereka kabur saat demo terjadi," tuturnya, Rabu (14/10/2020).

Dia menjelaskan, bahwa kecurigaan anggota Polri terhadap ambulans yang ditembaki itu berawal ketika petugas memberhentikan mobil ambulans tersebut, namun malah melarikan diri, dan ambulans tersebut hampir menabrak sejumlah anggota saat melarikan diri.

"Jadi waktu disuruh berhenti, dia malah kabur dan mau tabrak anggota. Maka petugas refleks dan melakukan penembakan gas air mata ke arah mobil itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo Omnibus Law
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top