Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Aksi 1310 Polisi Amankan 1.377 Orang, Kebanyakan Anak Sekolah

Dari 1.377 orang yang ditangkap, sekitar 80 persen di antaranya adalah anak sekolah. Sisanya pengangguran dan mahasiswa.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  13:39 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus. - Antara
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah mengamankan 1.377 orang terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.

Aksi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law tersebut berlangsung Selasa (13/10/2020) di Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa dari 1.377 orang yang ditangkap, sekitar 80 persen di antaranya adalah anak sekolah.

Sisa massa aksi yang diamankan Polda Metro Jaya adalah pengangguran dan mahasiswa.

Yusri menjelaskan bahwa 1.377 orang itu diamankan Polda Metro Jaya sebelum berencana melakukan aksi dan setelah melakukan aksi.

"Mereka itu datang dari tiga jurusan yaitu Jawa Barat melalui Bekasi, Bogor melalui Depok dan Tangerang. Semuanya sudah kami amankan," kata Yusri.

Aksi yang berlangsung kemarin di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, secara umum berlangsung damai. Letupan rusuh terjadi di akhir aksi.

Di saat massa aksi akan membubarkan diri, muncul massa yang terdiri dari anak muda usia sekolah. Mereka sempat melemparkan botol plastik ke arah polisi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana sempat menyebutkan rusuh tersebut karena ulah anak-anak anarko. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya cipta kerja
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top