Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teka Teki Mikrofon di Paripurna DPR, Azis Sebut Mati Otomatis

Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin memberi penjelasan soal mikrofon yang mati saat anggota dewan dari Fraksi Demokrat Irwan Fecho tengah berbicara dalam rapat paripurna RUU Cipta Kerja.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  17:05 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin - Bisnis - Rayful Mudassir
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin - Bisnis - Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI membantah tudingan adanya upaya sengaja untuk mematikan mikrofon saat salah satu anggota dewan dari Fraksi Demokrat Irwan Fecho menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020). 

Bantahan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam konferensi pers pimpinan DPR kepada awak media di Gedung DPR, Senaya, Jakarta, Selasa (13/10/2020). 

“Perlu kami sampaikan bahwa mic di dalam ruang paripurna itu akan mati dalam waktu lima menit. Kenapa? Karena itu sudah diatur di dalam tata tertib DPR, pasal 312 dan 314, mengatur lamanya pembicara di dalam rapat-rapat terbatas lima menit,” kata Azis. 

Sehingga, Azis mengatakan, mikrofon yang ada di dalam ruang paripurna bakal mati secara otomatis jika sudah lima menit menyala. 

“Tidak ada pembatasan menyenggang demokrasi dari pada salah satu sahabat saya dari fraksi tertentu,” ujarnya.

Di sisi lain, Politisi Partai Demokrat Irwan Fecho mengaku hanya berbicara selama dua menit sebelum mikrofonnya mati saat melakukan interupsi di rapat paripurna pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).

"Saya hanya bicara 2 menit. Jadi, kalau ada yang bilang mic saya mati karena otomatis setelah 5 menit [berbicara] itu ngarang bebas," katanya melaui akun Twitter pribadinya @irwan_fecho, Senin (6/10/2020).

Insiden mikrofon mati itu terjadi sebelum Anggota DPR Komisi III Benny K. Harman menyatakan walk out (WO) dari sidang tersebut.

Saat itu, Irwan menegaskan kembali sikap Partai Demokrat yang menolak RUU Ciptaker dan meminta menunda pembahasan terkait pengambilan keputusannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr partai demokrat cipta kerja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top