Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo UU Cipta Kerja: Massa Mulai Bejibun, Transjakarta Setop Operasi

Langkah itu diambil TransJakarta untuk menjaga fasilitas publik agar tidak menjadi sasaran oknum pengunjuk rasa yang tidak bertanggung jawab.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:29 WIB
Halte Transjakarta yang dirusak massa dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020). - Instagram @aniesbaswedan
Halte Transjakarta yang dirusak massa dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020). - Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta Prasetia Budi mengatakan seluruh layanan TransJakarta hari ini, Selasa (13/10/2020), terpaksa ditutup.

Penutupan operasi TranJakarta dilakukan terkait aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Istana Negara, dan Monumen Nasional (Monas).

“Sehubungan dengan adanya kegiatan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Istana Presiden, Monas dan sekitarnya dan melihat kondisi masa yang mulai memadati sekitar lokasi. Maka seluruh layanan TransJakarta hari ini tutup sejak pukul 10.30 WIB,” kata Prasetia melalui keterangan tertulis, Selasa (13/10/2020).

Menurut Prasetia, langkah itu diambil untuk menjaga fasilitas publik agar tidak menjadi sasaran oknum pengunjuk rasa yang tidak bertanggung jawab.

Dia berharap seluruh pelanggan maupun petugas yang berada di sekitar lokasi aman dari potensi kericuhan.

“TransJakarta bekerja sama dengan Polda Metro jaya untuk memastikan keamanan serta mendapatkan update dan informasi terkini di lokasi kejadian,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rampung merenovasi sejumlah halte Transjakarta yang diamuk massa saat demonstrasi penolakan pengesahan UU Cipta Kerja (Ciptaker) berakhir ricuh pada Kamis (8/10/2020).

Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat akun Facebook pribadinya yang disertai dengan rangkaian foto sebelum dan sesudah renovasi.

“Ya. Kita semua ikut geram karena halte kebanggaan rusak berat. Apalagi, halte yang rusak adalah halte terbaik, tercantik, dan tercanggih di Jakarta, mungkin di Indonesia. Tapi, kegeraman itu tak boleh mengalahkan kepentingan warga,” tulis Anies pada Senin (12/10/2020).

Anies memperkirakan biaya untuk perbaikan 46 halte bus yang dirusak massa dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) mencapai Rp65 miliar.

Anies menyatakan bahwa sebagian besar halte yang rusak merupakan milik PT Transjakarta.

"Kerugian untuk halte itu diperkirakan per hari ini Rp65 miliar," kata Anies di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2020).

Anies menuturkan tiga halte yang mengalami kerusakan cukup berat karena terjadi pembakaran terjadi di Halte Transjakarta Bundaran HI, Tosari dan Sawah Besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta demonstrasi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top