Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo 1310 UU Cipta Kerja, Polisi Razia Terminal dan Stasiun

Polisi menemukan atribut kelompok Anarko yang dibawa 8 orang yang diduga perusuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  10:48 WIB
Polisi menunjukan senjata yang dibawa orang yang diduga akan membuat kericuhan saat aksi unjuk rasa menolak Undang Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law di Balai Kota, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Massa yang diamankan sebagian besar pelajar Sekolah Menengah Atas tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolresta untuk didata dan dilakukan pemeriksaan sebelum dipanggil orang tua. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha
Polisi menunjukan senjata yang dibawa orang yang diduga akan membuat kericuhan saat aksi unjuk rasa menolak Undang Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law di Balai Kota, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/10/2020). Massa yang diamankan sebagian besar pelajar Sekolah Menengah Atas tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolresta untuk didata dan dilakukan pemeriksaan sebelum dipanggil orang tua. ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi menggelar razia terminal dan stasiun untuk menjaring kelompok Anarko Sindikalisme yang diduga akan menyusup dalam demo Aksi 1310 Omnibus Law yang diadakan PA 212.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan razia itu dilakukan di sejumlah titik keramaian, seperti terminal dan stasiun.

Razia tersebut bertujuan untuk mencegah kerusuhan dalam Aksi 1310 Omnibus Law di Istana Negara hari ini yang diduga akan dilakukan kelompok Anarko Sindikalisme.

"Kami antisipasi, takutnya kelompok anarko ini bikin kerusuhan. Kalau kami temukan akan kita amankan mereka lagi," ujar Yusri saat dihubungi, Selasa (13/10/2020).

Selain melakukan razia di titik keramaian, polisi juga giat melakukan patroli cyber di dunia maya. Mereka memantau media sosial untuk mencari provokator yang melakukan pabrifikasi dan provokasi di dunia maya.

"Kami juga koordinasi dengan Menkominfo dan platformnya," kata Yusri.

Demo Aksi 1310 menolak Omnibus Law ini diadakan oleh Aliansi Nasional Antikomunis atau ANAK NKRI. Dalam acara yang bertajuk "AKSI 1310 Tolak UU Ciptaker/Cilaka" itu berbagai organisasi Islam ikut terlibat, seperti PA 212.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan polisi telah menerima pemberitahuan terkait unjuk rasa itu. Menurut Nana, dalam surat pemberitahuan itu disebutkan bahwa unjuk rasa bertajuk Aksi 1310 itu akan diikuti 1.000 orang.

"Pemberitahuan sudah, massanya hanya 1.000, tinggal tunjukkan apakah mereka 1.000 atau bukan," kata Nana.

Pada pertengahan Agustus lalu, Polda Metro Jaya menahan delapan orang yang diduga provokator yang mencoba membuat kericuhan di tengah demo Omnibus Law di depan gedung DPR/MPR.

Polisi menemukan atribut kelompok Anarko yang dibawa 8 orang yang diduga perusuh itu.

 "Delapan ini bukan pedemo ya, mereka di sana cuma bikin rusuh, ada yang bawa bendera Anarko, ada yang bawa botol, ketapel, bom molotov, batu," kata Yusri, Jumat 14 Agustus 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo Omnibus Law

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top