Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

20 Halte Dirusak Massa, Anies Perkirakan Biaya Perbaikan Rp55 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memprediksi biaya perbaikan untuk 20 halte bus di Jakarta yang dirusak massa pada aksi unjuk rasa pada Kamis (8/10/2020) mencapai Rp55 miliar.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  13:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - Dok. Pemprov DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - Dok. Pemprov DKI

Bisnis.com, JAKARTA – 20 halte bus dirusak massa saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta Kamis (8/10/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperkirakan biaya perbaikan fasilitas publik itu mencapai Rp55 miliar.

“Sejauh ini fasum yang paling banyak terdampak adalah halte halte bus, total ada sekitar 20 halte. Kemudian halte saja diperkirakan nilainya 55 miliar. Jadi nanti kita harus memperbaiki itu semua,” kata Anies melalui keterangan resmi, Jumat (9/10/2020).

Selain itu, beberapa ruko dan Gedung Bioskop Grand Theatre Senen di kawasan Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat juga terbakar, sehingga menimbulkan kerugian materi. Namun, saat ini Pemprov masih melakukan review dan penghitungan.

Dari pembakaran tersebut, dia menyayangkan ruko produsen buku dan penerbitan juga ikut menjadi sasaran amuk massa. Terlebih ruko tersebut milik usaha mikro kecil.

Di sisi lain, Pemprov juga akan memberikan bantuan bagi pengusaha yang terdampak langsung aksi unjuk rasa tersebut. Beberapa di antaranya seperti usaha penjualan buku. Anies juga berjanji akan memberikan modal bagi pengusaha terdampak.

“Pemprov akan panggil semua pengusaha yang terdampak akibat kejadian kemarin, yang punya usaha perbukuan dan lainnya nanti akan kita bantu untuk dapat permodalan agar mereka bisa kembali aktivitas lagi. Nanti pinjaman-pinjaman modal kita akan bantu, sehingga mereka bisa segera memulai kembali usahanya, apalagi ini terkait perbukuan,” ujarnya.

Aksi massa yang berujung ricuh kemarin terjadi di sejumlah lokasi di wilayah DKI Jakarta. Beberapa di antaranya di kawasan Harmoni, Medan Merdeka Barat, Medan Merdeka Selatan, Bundaran Hotel Indonesia, Simpang Lima Senen hingga Tanah Abang.

Aksi itu sejatinya berlangsung untuk memprotes pengesahan RUU Cipta Kerja yang diketok DPR pada 5 Oktober 2020. Ribuan mahasiswa dan pelajar berkumpul ke sejumlah titik termasuk ke dekat Istana Merdeka dan DPR. Namun, aksi yang semula damai berakhir rusuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo dki jakarta anies baswedan Omnibus Law cipta kerja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top