Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Djoko Tjandra, Beda Polri dan Kejagung Tangani Tersangka Internal

Korps Bhayangkara dan Korps Adhyaksa punya cara yang berbeda dalam memperlakukan tersangka yang berasal dari internal masing-masing.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  15:38 WIB
Pinangki Sirna Malasari usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). - Antara/Galih Pradipta
Pinangki Sirna Malasari usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Korps Bhayangkara dan Korps Adhyaksa punya cara berbeda dalam memperlakukan tersangka yang berasal dari unsur institusi masing-masing atau internal.

Misalnya, dalam perkara tindak pidana surat jalan palsu yang ditangani Bareskrim Polri dan tindak pidana menerima hadiah atau janji yang ditangani Kejaksaan Agung.

Salah satu tersangka tindak pidana menerima janji atau hadiah melibatkan oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Pinangki diperlakukan sama seperti tersangka lainnya, termasuk dalam hal berpakaian.

Meskipun tersangka Pinangki Sirna Malasari dari unsur internal Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari tetap menggunakan pakaian tersangka berwarna merah muda, sama seperti dua orang tersangka lainnya yaitu Djoko Soegiharto Tjandra dan Andi Irfan Jaya.

Sementara, dalam perkara tindak pidana surat jalan palsu, penyidik Bareskrim Polri mengistimewakan tersangka yang berasal dari internal Kepolisian.

Oknum Polisi berpangkat bintang satu atau Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo tidak mengenakan pakaian tersangka, tetapi tetap memakai seragam dinas hingga dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

"Meskipun belum diberhentikan dari status Polisi, Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka tetap harus diperlakukan sama yaitu menggunakan baju tahanan," tutur Pengamat Hukum Abdul Fickar Hadjar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Fickar juga berharap Korps Bhayangkara dan Korps Adhyaksa bisa menegakkan hukum tanpa pandang bulu, meskipun pelaku tindak pidana berasal dari internal institusi masing-masing.

Fickar berpandangan jika ada perlakuan yang berbeda di antara para tersangka, hal tersebut bisa disebut sebagai tindakan diskriminatif tim penyidik.

"Kalau Polisi jadi tersangka dan ditahan itu tidak menggunakan baju tahanan, seperti tersangka lain itu adalah sikap diskriminatif. Seharusnya hindari jeruk makan jeruk," katanya.

Selain itu, Fickar juga mengapresiasi tim penyidik Kejaksaan Agung yang tetap profesional dan melimpahkan tersangka oknum Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan cepat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Kasus Djoko Tjandra Jaksa Pinangki
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top