Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Expo & Alor Karnaval Ditutup Lebih Cepat, Langgar Protokol Covid-19?

Menurut Bupati Alor, diperpendeknya masa pameran dan karnaval juga dikarenakan Pemkab Alor tidak ingin masyarakat yang hadir terlena dengan pelaksanaan expo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  08:20 WIB
Bupati Alor Provinsi NTT Amon Djobo. - FOTO ANTARA/HO/Humas Pemkab Alor
Bupati Alor Provinsi NTT Amon Djobo. - FOTO ANTARA/HO/Humas Pemkab Alor

Bisnis.com, KUPANG — Bupati Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur Amon Djobo mengatakan bahwa penutupan kegiatan Expo Alor ke-14 dan Alor Karnaval ke-7 dari semula sepekan menjadi empat hari bukan karena tekanan atau desakan dari siapapun.

"Ya, semula memang kami rencanakan dibuka pada Senin 28/9/2020) dan berakhir pada Sabtu [3/10/2020]. Namun, karena beberapa hal, makanya kami perpendek masa expo-nya," katanya saat dihubungi dari Kupang, Jumat (2/10/2020).

Menurutnya, alasan dipercepatnya masa penutupan expo tersebut karena pihaknya tidak ingin merepotkan pihak kepolisian atau pihak keamanan lainnya yang selama expo dibuka selalu berjaga untuk menjaga keamanan dan juga harus mengawasi warga yang tidak taat akan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, selama berlangsungnya Expo Alor masyarakat juga diawasi untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Pengawasan langsung oleh aparat TNI/POLRI dan Pol PP, sekaligus memberi edukasi bagi masyarakat agar memulai pola hidup baru dengan tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan.

Di samping itu, kata Amon, diperpendeknya masa pameran dan karnaval juga dikarenakan Pemkab Alor tidak ingin masyarakat yang hadir terlena dengan pelaksanaan expo sehingga lupa untuk mulai mempersiapkan diri jelang musim tanam.

"Ini yang hadir dalam expo yang berlangsung sejak Senin kemarin adalah warga dari kampung-kampung. Mereka harus mulai mempersiapkan lahannya untuk masa tanam sehingga penutupannya kita lakukan pada malam hari ini dan sehingga besok mereka bisa pulang ke kampungnya untuk persiapan," tambah dia.

Apalagi, kata dia, Presiden Joko Widodo sudah menyatakan agar masyarakat Indonesia harus bersahabat dengan Covid-19. Artinya bahwa masyarakat juga harus tetap bekerja agar tetap bisa hidup namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, bupati menuturkan bahwa pelaksanaan expo di tengah pandemi Covid-19 bukan karena pemkab setempat ingin mencelakai warganya, melainkan ingin membangkitkan ekonomi masyarakat setempat.

Amon menegaskan bahwa adanya pemberitaan yang menyatakan diperpendeknya masa Expo Alor dan Alor Karnaval itu atas perintah dari pihak tertentu tidaklah benar. "Apalagi ada yang memberitakan hal itu. Saya mau katakan bahwa itu tidaklah benar." 

Sebelumnya beredar informasi bahwa Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif telah meminta agar Pemkab Alor segera menutup Expo Alor tersebut karena pelaksanaanya bertepatan dengan pandemi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alor

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top