Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laju Infeksi Covid-19 Meningkat, Jerman Akan Perketat Pembatasan Pertemuan Publik

Kanselir Jerman Angela Merkel akan merekomendasikan pembatasan pertemuan pribadi menjadi 25 orang dan pertemuan publik menjadi 50 orang dalam pembicaraan dengan perdana menteri regional melalui konferensi video pada hari Selasa
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 September 2020  |  15:51 WIB
Papan aturan penggunaan masker di ruang publik di Jerman. - Bloomberg
Papan aturan penggunaan masker di ruang publik di Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Jerman diperkirakan kembali membatasi jumlah orang yang diijinkan berkumpul guna menekan penyebaran virus corona. Hal ini menyusul menngkatnya penyebaran di negara tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Kanselir Jerman Angela Merkel akan merekomendasikan pembatasan pertemuan pribadi menjadi 25 orang dan pertemuan publik menjadi 50 orang dalam pembicaraan dengan perdana menteri regional melalui konferensi video pada hari Selasa

Rencana aturan tersebut akan diberlakukan pada daerah yang mencatat sedikitnya 35 infeksi per 100.000 penduduk dalam tujuh hari terakhir. Aturan ini belum final dan masih akan menjalani serangkaian diskusi.

Di seluruh Eropa, pemerintah negara-negara mengambil langkah untuk mencoba mendapatkan kembali kendali atas pandei Covid-19. Italia, misalnya, memberlakukan aturan wajib masker wajah, sedangkan pemerintah Spanyol mendorong lockdown di Madrid dan pemerintah Belanda menghentikan acara olahraga dan menutup bar.

 

Pusat Penyebaran Virus

Perdana Menteri negara bagian Saarland dan anggota partai CDU Merkel, Tobias Hans, mengatakan bahwa batasan pertemuan, terutama untuk pesta dan pernikahan, adalah ide yang masuk akal.

“Penting bagi kami untuk bertindak. Ini bukan waktunya untuk berpesta dengan 300 orang,” ungkap Hans yang akan mengambil bagian dalam konferensi hari Selasa.

Merkel memperingatkan pada hari Senin bahwa Jerman akan menghadapi lebih dari 19.000 kasus Covid-19 baru sehari sebelum Natal jika tren saat ini tidak dihentikan. Negara tersebut harus bertindak cepat untuk menghindari peningkatan infeksi yang juga dialami di negara-negara Eropa seperti Prancis dan Spanyol.

Sejak kasus baru mulai meningkat pada awal Agustus, Jerman mengandalkan tindakan pengetatan pada daerah yang paling parah terkena dampak, sekaligus menghindari terulangnya pembatasan yang mengganggu aktivitas ekonomi pada kuartal kedua.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Jerman sebagian besar disebabkan oleh acara pernikahan dan pertemuan keluarga lainnya. Menurut data Johns Hopkins University, ada 2.292 kasus virus baru dalam 24 jam pada Selasa pagi, sehingga total kasus menjadi 288.631.

Meskipun meningkat, angka tersebut masih jauh dari rekor kasus harian yang mencapai nyaris 7.000 kasus pada puncak pandemi pada akhir Maret. Angka kematian juga jauh lebih rendah daripada beberapa bulan yang lalu, dengan hanya ada 4 kematian dalam 24 jam terakhir menjadi 9.468 jiwa.

Menurut rekomendasi dalam dokumen pengarahan pembicaraan hari Selasa, batasan pertemuan dapat diperketat lebih jauh di daerah-daerah dengan jumlah kasus harian mencapai lebih dari 50 per 100.000 penduduk.

Batasan penjualan alkohol juga dapat dipertimbangkan di daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi. Selain itu, denda sebesar 50 euro (Rp1,05 juta) juga akan dikenakan terhadap orang yang memberikan informasi palsu saat mendaftar di restoran dan bar.

 

Pembatasan di Eropa

Pembatsan serupa juga berlaku di sejumlah negara. Di Paris, Prancis, pusat kebugaran diharuskan untuk tutup dan jam buka bar dibatasihingga pukul 10 malam. Pihak berwenang juga membatasi pertemuan sosial di luar rumah pribadi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa telah meminta pemerintah daerah Madrid untuk mengambil langkah lebih tegas untuk mengendalikan kasus Covid-19. Meskipun Illa ingin otoritas regional melakukan lockdown terhadap seluruh ibu kota Spanyol tersebut, pejabat Madrid bersikeras mengambil pendekatan parsial dengan membatasi pergerakan di daerah dengan tingkat infeksi tertinggi.

Di Italia, kasus telah menyebar lebih lambat daripada di negara-negara tetangga, tetapi wilayah selatan yang sebagian besar terlindung dari puncak pandemi di musim semi mengalami peningkatan infeksi.

Wilayah Sisilia mengikuti kebijakan wilayah Campania di sekitar Napoli dengan memberlakukan kembali wajib masker wajah, sementara akses empat kota di pulau Sardinia telah telah ditutup.

Sementara itu, Pemerintah Belanda pada hari Senin mengumumkan bahwa pertemuan di dalam ruangan akan dibatasi tidak lebih dari 30 orang, sementara pemilik toko di tiga kota terbesar mewajibkan pelanggan untuk mengenakan masker. Selain itu, bar hanya diijinkan buka hingga pada pukul 10 malam, sedangkan acara olahraga hanya boleh dilakukan tanpa penonton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top