Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Bunuh Diri Militer AS Naik 20 Persen di Masa Pandemi

Meskipun data tersebut belum lengkap, para pejabat militer dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara mengatakan mereka menganggap isolasi dan ketidakpastian selama pandemi virus corona menambah tekanan pada pasukan yang sudah tertekan.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 28 September 2020  |  10:42 WIB
Bendera AS
Bendera AS

Bisnis.com, JAKARTA - Para pejabat militer Amerika Serikat, melaporkan kasus bunuh diri pada personil militer aktif AS meningkat sebesar 20 persen selama pandemi virus corona.

Meskipun data tersebut belum lengkap, para pejabat militer dari Angkatan Darat dan Angkatan Udara mengatakan mereka menganggap isolasi dan ketidakpastian selama pandemi virus corona menambah tekanan pada pasukan yang sudah tertekan.

Para pemimpin senior Angkatan Darat bahkan mengatakan telah terdapat lonjakan sekitar 30% dalam kasus bunuh diri pada personil militer AD, dimana pada tahun ini terdapat 114 kasus bunuh diri dibandingkan dengan 88 kasus bunuh diri pada waktu yang sama tahun lalu.

Menurut data dari Newsweek.com, pada tiga bulan pertama di tahun 2020 terdapat penurunan kasus terhadap aksi kekerasan pada diri sendiri maupun kasus pembunuhan.

Meskipun Pentagon belum bisa memberikan data lengkap tahun 2020, tetapi tetapi para pejabat Angkatan Darat mengatakan menurut diskusi dalam pengarahan Departemen Pertahanan menunjukkan bahwa telah ada lonjakan hingga 20% dalam kasus bunuh diri militer secara keseluruhan.

"Saya tidak bisa mengatakan secara ilmiah, tapi yang bisa saya katakan adalah saya bisa membaca bagan dan grafik, dan jumlahnya telah meningkat dalam masalah perilaku yang berhubungan dengan kesehatan," ujar Sekretaris Angkatan Darat Ryan McCarthy dilansir dari Foxnews.

"Kita tidak bisa memastikan hal ini (peningkatan pada pembunuhan dan bunuh diri) disebabkan oleh Covid-19. Tetapi terdapat korelasi langsung ketika pandemi COVID dimulai, ketika angka ini meningkat pada masa tersebut," tambahnya.

Sementara itu, terdapat 98 kasus bunuh diri hingga 15 September 2020 pada personil Angkatan Udara yang bertugas aktif maupun pada personil cadangan, tidak berubah dari periode yang sama tahun lalu. Tapi tahun lalu adalah yang terburuk dalam tiga dekade terakhir mengenai kasus bunuh diri pada personil aktif Angkatan Udara. Tahun ini para pejabat militer berharap penurunan di awal tahun akan terus berlanjut.

"Kami tahu bahwa tindakan yang kami ambil untuk mengurangi dan mencegah penyebaran COVID dapat memperkuat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bunuh diri," ujar James Helis, direktur program ketahanan Angkatan Darat yang menghadiri pengarahan departemen tentang data bunuh diri seperti yang dikutip dari foxnews.com.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah memperpendek masa tugas para personil militer. Dikarenakan pada saat ini pengerahan tentara selama 10 bulan diperpanjang menjadi 11 bulan karena karantina virus corona selama dua minggu di awal dan akhir.

“Kami sangat fokus pada kesiapan semenjak empat tahun lalu karena kami memiliki beberapa tantangan mengenai kesiapan personil, dan kami melakukan pekerjaan dengan baik. Pasukan sudah sangat, sangat siap sekarang. Tapi saya pikir sekarang saatnya untuk fokus pada pada personil itu sendiri," Ujar Jenderal James McConville.

Tingkat bunuh diri pada warga sipil telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi data tahun 2020 tidak tersedia, sehingga sulit untuk membandingkannya dengan personil militer.

Para veteran dan pemimpin militer mendesak pasukan untuk memberi perhatian terhadap sesama anggota dinas, terutama pada para prajurit yang takut untuk mencari pertolongan pada kesehatan mental mereka dikarenakan khawatir terhadap infeksi virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

militer as Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top