Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNPT Dilibatkan Selidiki Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan pihaknya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mendalami kasus penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 September 2020  |  15:53 WIB
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut melakukan penyelidikan terkait peristiwa penyerangan terhadap ulama Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada Minggu (13/9/2020).

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan pihaknya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk mendalami kasus tersebut.

"Apakah kejadian itu memiliki afiliasi dengan kelompok teroris, perlu didalami," kata Boy dalam rapat kerja terkait anggaran tahun 2021 dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Selasa (15/9/2020).

Boy juga mengungkapkan pihaknya sekarang masih menyelidiki jejak digital dari pelaku tunggal tersebut.

Boy mengatakan berdasarkan informasi yang diterima BNPT dari pihak keluarga pelaku, disebutkan bahwa dia memiliki gangguan jiwa selama lima tahun terakhir. Akan tetapi, Boy mengaku tak percaya begitu saja meski ada bukti kejiwaan tersangka yang bermasalah dari sebuah rumah sakit di Lampung pada 2016 lalu.

"Kita tidak percaya begitu saja, kita telah bersama-sama dengan aparat melakukan pendalaman lebih lanjut terutama berkaitan dengan masalah apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila," kata Boy.

Karena itu, Boy mengatakan pihaknya bersama Polri sampai saat ini sedang memeriksa kondisi psikologis pelaku penyerangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pria pada Minggu (13/9/2020). Peristiwa itu terjadi saat Syekh Ali Jaber mengisi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Akibatnya, tangan kanan pendakwah itu terluka akibat tusukan.

Peristiwa ini juga mendapat reaksi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Lampung. Mereka mendesak kepolisian yang menangani kasus penusukan ulama terkenal di Indonesia Syekh Ali Jaber seterang-terangnya.

Pengungkapan kasus dan motif penusukan tersebut, menjadi penting agar tidak terulang kembali kasus yang sama di tempat berbeda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyerangan ulama bnpt Syekh Ali Jaber
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top