Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Senator AS Desak Netflix Tarik Film Kontroversial 'Cuties'

Senator Amerika Serikat Josh Hawley mengatakan film tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang keselamatan dan eksploitasi anak, termasuk kemungkinan perilaku peniru dan eksploitasi aktor anak.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 September 2020  |  11:45 WIB
Para pemeran film Cuties besutan sutradara Mamouna Doucour -  Netflix
Para pemeran film Cuties besutan sutradara Mamouna Doucour - Netflix

Bisnis.com, JAKARTA – Senator Amerika Serikat Josh Hawley meminta Netflix Inc. untuk menghapus film Prancis ‘Cuties’ yang menuai kontroversi.

Anggota Partai Republik dari Missouri tersebut mengirim surat kepada Co-Chief Executive Officer Netflix Reed Hastings yang menuntut jawaban atas serangkaian pertanyaan sebelum 18 September, termasuk pertanyaan tentang bagaimana film tersebut dipasarkan dan siapa penontonnya.

“Film tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang keselamatan dan eksploitasi anak, termasuk kemungkinan perilaku peniru dan eksploitasi aktor anak,” tulis Hawley dalam suratnya tarsebut, seperti dikutip Bloomberg.

Netflix belum memberikan komentar mengenai surat tersebut.

Film Prancis yang berjudul asli Mignonnes menceritakan seorang gadis berusia 11 tahun bernama Amy. Dia mulai memberontak terhadap tradisi keluarganya yang konservatif dan memilih bergabung menjadi anggota tim tari berjiwa bebas.

Film Cuties merupakan garapan sutradara Maïmouna Doucouré dan pernah memenangkan penghargaan Sundance Film Festival World Cinema Dramatic Jury Award tahun 2020.

Kontroversi seputar film tersebut telah meluas sejak debutnya di Netflix pada Rabu (9/9/2020) dan menginspirasi tagar #CancelNetflix di media sosial. Petisi untuk memboikot Netflix dan menuntut penghapusan film tersebut telah mendapat ratusan ribu penandatangan di Change.org.

Netflix mengatakan bahwa film tersebut adalah komentar sosial yang mengecam seksualisasi anak-anak, bukan mendukungnya.

"Ini adalah film pemenang penghargaan dan kisah yang kuat tentang tekanan yang dihadapi gadis-gadis muda di media sosial dan dari masyarakat secara umum saat tumbuh dewasa. Kami akan mendorong siapa pun yang peduli dengan masalah penting ini untuk menonton film tersebut," ungkap Netflix.

Dalam suratnya, Hawley mendeskripsikan film tersebut sebagai penggambaran anak-anak yang sedang dilatih untuk terlibat dalam simulasi tindakan seksual, baik di depan maupun di balik kamera.

Dia juga bertanya mengapa Netflix memberikan rating TV-MA untuk bahasa, yang berarti konten tersebut ditujukan untuk dewasa, tanpa menyebutkan adanya konten seksualitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Netflix

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top