Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

16 Orang Luka Terpanah saat Perang antar Kampung di Jayawijaya

Perang tradisional antara warga Kampung Wukahilapok dan Kampung Meagama di kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papu, memakan korban 16 orang terluka kena panah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2020  |  12:46 WIB
Warga yang terkesan tidak peduli keberadaan polisi dan terus berlari ke arah tempat yang diduga akan datang kelompok lawan dalam perang antara kampung di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu 12 September 2020. - Antara/Marius Frisson Yewun
Warga yang terkesan tidak peduli keberadaan polisi dan terus berlari ke arah tempat yang diduga akan datang kelompok lawan dalam perang antara kampung di Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu 12 September 2020. - Antara/Marius Frisson Yewun

Bisnis.com, JAYAWIJAYA - Perang tradisional antara warga Kampung Wukahilapok dan Kampung Meagama di kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papu, memakan korban 16 orang terluka kena panah.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan korban itu terdata dalam perang yang berlangsung Kami hingga Jumat 10-11 September 2020.

"Korban dari dua kelompok itu. Pada Kamis (10/9) korban sebanyak 11 orang dan Jumat (11/9) korban lima orang, sehingga total ada 16 orang luka-luka. Dokter berhasil mengeluarkan serpihan mata panah dari tubuh korban," katanya, Sabtu (12/9/2020) seperti dilaporkan Antara.

Sebagian besar warga yang terkena panah saat ini dirawat di kampung masing-masing.

"Keluarganya tetap ngotot untuk bawa pulang ke rumah (Tidak dirawat di RSUD). Jadi sudah dibawa pulang ke rumah untuk dirawat di rumah," kata Dominggus.

Ia mengatakan personel kepolisian harus melerai dua kelompok yang berperang ini dengan mengeluarkan tembakan peringatan, termasuk terus menyampaikan imbauan untuk menghentikan perang.

Dominggus mengatakan personel kepolisian telah menempatkan bendera merah putih sebagai batas agar kedua kelompok tidak melewati batas dan bertemu, dan pada Sabtu (12/9) polisi tetap ditempatkan di lokasi.

"Tetapi pada sore kemarin, karena di hutan situ sudah gelap sehingga ada dari salah satu pihak membakar beberapa rumah tradisional (honai) lagi," katanya.

Berdasarkan pantauan, ada kelompok warga yang terlibat perang tidak terlalu mempedulikan keberadaan polisi. Mereka tetap siaga dan membekali diri dengan senjata tajam tradisional seperti panah dan busur, parang, dan tombak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang jayawijaya

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top