Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Israel Terapkan Lockdown Kedua, Berlangsung Dua Pekan

Israel memutuskan lockdown kedua akan berlangsung 2 pekan. Teknis dan penjadwalannya masih akan dibahas pada rapat terakhir akhir pekan ini.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 11 September 2020  |  14:53 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Israel menyepakati penerapan lockdown ketat selama 2 pekan untuk mencegah gelombang kedua penyebaran Covid-19.

Kesepakatan ini dicapai berdasarkan rapat yang dihadiri seluruh jajaran kabinet pada Kamis (10/9/2020) malam waktu setempat.

Meski demikian, belum diputuskan kapan lockdown mulai diberlakukan. Pemerintah masih akan melakukan pembahasan tahap akhir pada akhir pekan ini untuk menetapkan regulasi secara utuh.

Menurut laporan Bloomberg, setelah 2 pekan lockdown berlalu pemerintah kemungkinan besar masih akan membatasi aktivitas produktif di beberapa sektor rawan.

Manuver lockdown kedua sebenarnya bukan kejutan. Sejak pekan lalu, media lokal banyak memberitakan potensi tersebut mengingat masih tingginya angka kasus harian yang dicatatkan Israel. 

Pada Kamis (10/9) jumlah kasus positif bertambah 3.259. Catatan tersebut membuat kasus keseluruhan di Israel menembus angka 147 ribu, dengan 112 ribu orang di antaranya telah dinyatakan sembuh sementara korban meninggal berjumlah 1.077 jiwa.

Bila tidak diberlakukan lockdown, pemerintah khawatir pukulan terhadap ekonomi Israel bakal semakin parah. Saat ini, menurut hitung-hitungan badan statistik setempat, hampir 1/5 dari keseluruhan tenaga kerja di dalam negeri terkena PHK dan dirumahkan.

Bila catatan itu tak kunjung membaik, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan negara akan mengalami kerugian ekonomi 15 miliar shekel, atau setara dengan US$ 4,4 miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top