Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Djoko Tjandra, KPK  Gelar Perkara dengan Kejagung

Hari ini KPK melakukan gelar kasus Djoko Tjandra dalam dua sesi, pertama dengan Barekrim Polri, kedua dengan Kejaksaan Agung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2020  |  15:09 WIB
Ilustrasi - Antara/Muhammad Adimaja
Ilustrasi - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melakukan gelar kasus Djoko Tjandra bersama Bareskrim Polri, KPK melakukan hal yang sama dengan Kejaksaan Agung.

Gelar perkara berlangsung di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

"Tim penyidik dari Kejaksaan Agung sudah hadir di KPK dan saat ini sudah mulai gelar perkara," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya di Jakarta, Jumat siang.

Sebelumnya pada Jumat pagi, KPK juga melakukan gelar perkara kasus tersebut dengan Bareskrim Polri. Tidak dijelaskan mengapa gelar perkara tidak sekaligus dihadiri tiga instansi penegak hukum itu sekaligus.

Satu hal yang pasti, KPK tidak ingin melihat kasus Djoko Tjandra sebagai hal yang terpisah-pisah.

"Kami tadi dalam rangka koordinasi dan supervisi ingin memastikan jangan sampai satu perkara yang besar dilihat per bagian-bagian atau per kelompok-kelompok atau kluster. Kita ingin melihat Djoko Tjandra menyuap jaksa, menyuap pejabat Kepolisian, ini tujuannya apa," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai gelar perkara dengan Bareskrim tersebut.

Ia menyatakan lembaganya tidak ingin melihat kasus Djoko Tjandra yang ditangani Bareskrim Polri dan Kejagung itu berdiri sendiri-sendiri.

"Itu garis tujuan besarnya yang ingin kami gambarkan, kami tidak ingin melihat perkara itu berdiri sendiri-sendiri, seolah-olah Djoko Tjandra menyuap polisi berbeda dengan perbuatan dia menyuap pejabat di Kejaksaan. Ini sebetulnya tujuan dari koordinasi dan supervisi yang dilakukan KPK," ujar Alex.

Selain itu, kata dia, KPK nantinya juga dapat mendorong Bareskrim Polri dan Kejagung jika terdapat pihak-pihak lain yang diduga terlibat kasus Djoko Tjandra belum diungkap.

"Kami akan lakukan koordinasi dan supervisi dulu. Manakala KPK melihat ada pihak-pihak terkait yang mungkin belum diungkap di Bareskrim dan Kejaksaan, kami akan dorong. Kami akan mendorong kawan-kawan di Bareskrim dan Kejaksaan kalau memang cukup alat buktinya bukan berdasarkan rumor saja, kita tetap berpijak pada alat bukti," kata Alex.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK bareskrim Kasus Djoko Tjandra Kejaksaan Agung

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top