Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta Akan Punya 4.500 Tempat Tidur Cadangan untuk Pasien Corona

4.500 tempat tidur cadangan untuk pasien Covid-19 berada di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 11 September 2020  |  16:33 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memiliki tambahan 4.500 tempat tidur cadangan untuk penanganan pasien Covid-19 dengan kondisi ringan dan sedang. Namun, fasilitas yang berada di wilayah Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta ini masih belum dapat melayani pasien.

Anggota tim Satgas Penanganan Covid-19 Suryopratomo mengatakan bahwa 4.500 tempat tidur tersebut berada di Tower 4 dan 5 Wisma Atlet. Saat ini pemanfaatan Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat pasien Covid-19 dengan kondisi ringan dan sedang hanya menggunakan Tower 6 dan 7.

“Rencana pembukaan Tower 4 dan 5 mundur dari tanggal 8 September menunggu kesiapan listrik dan air,” kata Suryopratomo, Jumat (11/9/2020).

Tower 4 dan 5 rencananya akan digunakan untuk pasien Covid-19 yang tidak mampu melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Fasilitas ini juga akan digunakan untuk pasien positif yang bandel dan tidak disiplin melakukan isolasi mandiri.

Sebelumnya Juru Bicara Satgas Covid-19 mengatakan bahwa pemerintah menyediakan tambahan 2 tower di kawasan Wisma Atlet Kemayoran untuk isolasi mandiri. Pasien Covid-19 memerlukan surat rekomendasi dari puskesmas atau kelurahan setempat untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut.

“Dan fasilitas ini digunakan dalam rangka menampung masyarakat yang menderita Covid-19 khususnya OTG yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah masing-masing-masing,” katanya.

Adapun, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet harus dioptimalkan untuk merawat pasien dengan kondisi ringan dan sedang. Pasalnya, kapasitas rumah sakit di Jakarta sudah tidak ideal.

Saat ini tujuh dari 67 rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota melaporkan bahwa ruang ICU dan isolasi penuh 100 persen. Kemudian 46 dari 67 rumah sakit rujukan atau 68,8 persen terisi lebih dari 60 persen. Hanya 20,9 persen rumah sakit rujukan dengan kondisi ideal atau tingkat keterisian kurang dari 60 persen.

Fasilitas kesehatan yang tersisa menjadi satu alasan Gubernur DKI Anies Baswedan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai tanggal 14 September 2020. Dia menilai tanpa PSBB, ruang isolasi dan ICU rumah sakit akan penuh pada 17 September 2020.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 'menyerang' Gubernur DKI mengenai hal tersebut. Menurutnya, tidak akan ada keterbatasan kapasitas fasilitas dan layanan kesehatan, baik dari rumah sakit maupun dari rumah sakit darurat.

Airlangga yang juga Ketua Komite Kebijakan terkait Covid-19 menyebutkan bahwa dana pemerintah tidak terbatas untuk memenuhi layanan kesehatan. Namun, tak menyebutkan jelasnya ketersediaan dana.

Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju, Gubernur DKI Anies, dan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo rencananya akan meninjau kondisi Wisma Atlet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona WISMA ATLET covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top