Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nama Airlangga Hartarto Berkumandang di Jagat Maya. Ada Apa Nih?

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 14 September 2020.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 10 September 2020  |  22:53 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggema di jagat maya. Pernyataannya siang ini, Kamis (10/9/2020), mengenai duit pemerintah cukup dan fasilitas kesehatan tidak terbatas mengundang kontroversi pada warganet.

Seperti diketahui, dalam sehari ini, Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 14 September 2020.

Akibat kebijakan itu, menurutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) menghadapi ketidakpastian karena. "Karena hari ini indeks [IHSG] masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI tadi malam sehingga indeks pagi ini sudah [turun] di bawah 5.000," tegas Airlangga, dalam acara Kadin, Kamis (9/9/2020).

Airlangga menyindir perkara 'gas dan rem PSBB' yang dilakukan Anies. Menurutnya, pengambilan kebijakan jangan sampai mengganggu kepercayaan masyarakat.

"Kalau digas atau rem mendadak itu tentu harus kita jaga public confidence. Karena ekonomi tidak hanya fundamental, tapi juga sentimen, terutama untuk sektor capital market," kata Airlangga.

Pada kesempatan terpisah, Airlangga kembali 'menyerang' Gubernur DKI Jakarta mengenai fasilitas kesehatan ibu kota yang terancam kolaps. Menurutnya, tidak akan ada keterbatasan kapasitas fasilitas dan layanan kesehatan, baik dari rumah sakit maupun dari rumah sakit darurat.

Dia menyebutkan bahwa dana pemerintah tidak terbatas untuk memenuhi layanan kesehatan. Namun, Airlangga tak menyebutkan jelasnya berapa ketersediaan dana yang ada.

Atas pernyataan tersebut, nama Airlangga viral. Netizen menilai bahwa Airlangga tidak melihat fakta sebenarnya yang ada di lapangan.

Ekonom senior Rizal Ramli mempertanyakan alasan Airlangga Hartarto yang seakan-akan 'memprotes' kebijakan PSBB Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Minggu yll Pres @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya stlh 6 bulan, JKW sadar. Anies ambil langkah tepat. Tapi Airlangga dll hantam Anies. Jadi bertanya JKW itu Presiden bukan ? Kok menteri2nya bisa menggergaji arahannya?," demikian tulsi Rizal Ramli. 

Hal serupa disampaikan oleh Mantan Menteri Kehutanan M.S Kaban. Dia memprotes pernyataan Airlangga yang menyalahkan Anies karena penyebab penurunan indeks harga saham gabungan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan airlangga hartarto Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top