Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian Prabowo Angkat Bicara soal Tunggakan Proyek Jet Tempur Rp6,2 Triliun

Indonesia, seperti dilaporkan Yonhap News Agency, setuju untuk menanggung 20 persen dari total biaya pengembangan proyek 8,8 triliun won (US $ 7,3 miliar), atau sekitar 1,7 triliun. Won, setara dengan Rp22 triliun.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 07 September 2020  |  19:48 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso
Dahnil Anzar Simanjuntak. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dilaporkan menunggak ratusan juta dolar terkait proyek pengembangan jet tempur bersama Korea Selatan.

Dilansir dari Yonhap News Agency, Indonesia bergabung dalam proyek KF-X terkait upaya pengadaan pesawat untuk angkatan udara. Hal ini bertujuan untuk memajukan industri kedirgantaraan.

Indonesia, seperti dilaporkan Yonhap News Agency, setuju untuk menanggung 20 persen dari total biaya pengembangan proyek  8,8 triliun won (US $ 7,3 miliar), atau sekitar 1,7 triliun. Won, setara dengan Rp22 triliun.

Hanya saja, Indonesia masih gagal dalam membayar sejumlah 500 miliar won setara Rp6,2 triliun. Uang tersebut seharusnya dibayarkan pada akhir Agustus lalu.

Pihak yang berwenang yang mengetahui masalah tersebut mengaku Indonesia sejauh ini telah membayar 227,2 miliar won (Rp2,83 triliun). Sementara itu, alokasi anggaran untuk proyek KF-X ini sekitar 270 miliar won.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara Kemenhan Dahnil Anzar Siamnjuntak mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia akan melakukan renegoisasi tahap berikutnya terkait dengan cost share yang harus dibayar terkait proyek tersebut.

"Saat ini Pemerintah akan melakukan renegoisasi tahap berikutnya terkait dengan cost share yang harus dibayar oleh Pemerintah Indonesia termasuk renegoisasi terkait keberlanjutan proyek tersebut setelah 2017 yang lalu Presiden memerintahkan melakukan renegoisasi terkait proyek KFX-IFX," kata Dahnil saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/9/2020).

Dia mengatakan renegoisasi pada saat itu Pemerintah Korsel belum menyepakati permintaan Indonesia terkait penurunan cost share Indonesia dari 20 persen menjadi 15 persen.

"Namun hanya memperoleh pengurangan menjadi 18,8 persen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan kemenhan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top