Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakar Prediksi India Episentrum Virus Corona Baru di Dunia

India melaporkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 78.761 orang pada Minggu (30/8/2020). Jumlah ini lebih banyak dari negara manapun selama pandemi berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  14:07 WIB
Warga di India berjalan sambil menggunakan masker pelindung - Bloomberg/Prashanth Vishwanathan
Warga di India berjalan sambil menggunakan masker pelindung - Bloomberg/Prashanth Vishwanathan

Bisnis.com, JAKARTA - India mencatat rekor kenaikan kasus Virus Corona penyebab Covid-19  terbesar dalam satu hari. Para ahli memperkirakan bila hal ini terus berlangsung, India akan menjadi episentrum virus baru di dunia, mengalahkan Brasil dan bahkan Amerika Serikat.

Mengutip Bloomberg, Senin (31/8/2020), India melaporkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 78.761 orang pada Minggu (30/8/2020). Jumlah ini lebih banyak dari negara manapun selama pandemi berlangsung sejak akhir tahun lalu.

Pada periode yang sama, India melaporkan 971 kematian yang membuatnya menjadi negara ketiga dengan kasus kematian pasien Covid-19 tertinggi, melampaui Meksiko. Para ahli berpendapat dalam waktu satu pekan, India akan melampaui Brasil dan akan melewati Amerika Serikat pada dua bulan berikutnya.

Adapun, India dalam 7 bulan terakhir, sebagai salah satu negara dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak di dunia, masih mencatat pertumbuhan kasus baru dalam 7 bulan sejak melaporkan kasus pertama. Virus Corona di india telah menyebar hingga ke pedalamaan pedesaan, di mana sebagian besar populasi masyarakat negara ini tinggal.

Menurut Naman Shah, staf pengajar tambahan di National Institute of Epidemiology India, sebagai negara terbesar kedua di dunia dan sistem kesehatan masyrakat yang relatif buruk, titel sebagai negara dengan paparan Virus Corona terbesar di dunia tidak dapat dihindarkan.

“Tidak mengherankan, apa pun yang dilakukan India,” kata Shah, yang juga anggota satuan tugas Covid-19 pemerintah India.

Negara Miskin

Dunia mencatat bahwa Virus Corona menimbulkan masalah unik bagi negara-negara miskin. Di permukiman kumuh dan padat, tempat jutaan warga negara miskin tinggal, menjadi tempat ideal penyebaran virus.

Sementara itu, di negara-negara miskin dan berkembang, pembatasan sosial terpaksa dilonggarkan untuk menekan dampak terhadap perekonomian. Pada akhirnya Virus Corona merajarela dan masyarakat dengan cepat memenuhi rumah sakit yang kekurangan dana.

Seperti diketahui, India sempat melakukan karantina ketat untuk mencegah penularan Covid-19 pada Maret 2020. Namun, pemerinta terpaksa mencabut kebijakan tersebut setelah dua bulan berjalan, karena pengangguran, kelaparan, dan migrasi massal pekerja yang kehilangan pekerjaan di kota ke desa dengan berjalan kaki.

Terkait hal tersebut, Perdana Menteri Narendra Modi menasihati penduduk untuk hidup dengan virus sembari memberikan kebebasan kepada pejabat lokal untuk memberlakukan pembatasan atas dasar negara bagian. Perekonomian diperkirakan telah minus 18 persen secara tahunan pada kuartal kedua. Kontraksi ekonomi ini lebih parah dibandingkan dengan negara besar Asia lain.

Ramanan Laxminarayan, Direktur Center for Disease Dynamics Economics and Policy yang berbasis di New Delhi dan Washington, mengatakan bahwa Virus Corona di India telah berpindah dari perkotaan ke pedesaan dan telah sampai ke negara bagian yang miliki pelayanan kesehatan cenderung buruk.

Dengan demikian, akan ada lebih banyak kematian, tetapi mereka tidak akan dihitung karena berada di pelosok dan tidak masuk dalam statistik manapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top