Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Google dan Facebook Batalkan Proyek Kabel Bawah Laut AS-Hong Kong, Ini Alasannya

Pembatalan ini muncul setelah pemerintahan Trump mengatakan Beijing mungkin menggunakan infrastruktur kabel bawah laut tersebut untuk mengumpulkan informasi tentang orang Amerika.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  10:44 WIB
Pengunjung duduk di tepi pantai di Victoria Harbour di distrik Tsim Sha Tsui di Hong Kong pada 29 Januari 2020. -  Paul Yeung / Bloomberg
Pengunjung duduk di tepi pantai di Victoria Harbour di distrik Tsim Sha Tsui di Hong Kong pada 29 Januari 2020. - Paul Yeung / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Google dan Facebook Inc. membatalkan rencana untuk pengembangan proyek kabel bawah laut antara Amerika Serikat (AS) dan Hong Kong.

Keputusan ini muncul setelah pemerintahan Trump mengatakan Beijing mungkin menggunakan infrastruktur tersebut untuk mengumpulkan informasi tentang orang Amerika.

Baik Google dan Facebook dengan cepat mengajukan proposal revisi yang mencakup jaringan kabel bawah laut ke Taiwan dan Filipina.

Pengajuan baru tersebut tidak menyertakan Pacific Light Data Communication Co. yang berbasis di Hong Kong.

Pacific Light Data Communication Co. adalah mitra keduanya dalam paket awal. Agen keamanan AS menekankan perhatian atas hubungan perusahaan dengan Dr. Peng Telecom & Media Group Co. di China daratan.

Langkah-langkah itu diambil karena ketegangan terus meningkat antara AS dan China karena serangkaian konflik.

Konflik dengan AS termasuk mengenai UU Keamanan Nasional Hong Kong, perlakuan China terhadap Uighur, sebuah kelompok etnis Muslim, tuduhan bahwa produk teknologi tinggi China dapat digunakan untuk kegiatan mata-mata; dan tuduhan atas penyebaran virus Corona dari provinsi Hubei, China.

Google dan Facebook mengusulkan proyek Pacific Light Cable Network pada tahun 2017, dengan mencantumkan tiga jalur di trans-Pasifik.

Badan Keamanan Amerika dan Departemen Kehakiman, pada 17 Juni meminta Federal Communications Commission (FCC) untuk menolak kabel bawah laut ke Hong Kong, dengan mengatakan itu akan memberi China cara untuk memperoleh data pribadi orang Amerika.

Badan-badan tersebut menyebut Pacific Light Data sebagai anak perusahaan dari Dr. Peng, yang menurut mereka memiliki hubungan dengan badan intelijen dan keamanan China.

FCC memberikan persetujuan untuk proyek kabel bawah laut ke Taiwan dan Filipina. Persetujuan tersebut atas rekomendasi kedua badan penting tersebut.

"Kami terus bekerja melalui saluran yang sudah mapan untuk mendapatkan lisensi untuk kabel bawah laut kami," kata juru bicara Google Alphabet Inc. dikutip dari Bloomberg.

Perwakilan Google tersebut mengatakan aplikasi asli telah ditarik oleh perusahaan dan aplikasi yang direvisi untuk bagian AS-Taiwan dan AS-Filipina telah dikirimkan kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google facebook hong kong kabel bawah laut

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top