Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hong Kong Geram Soal Kebijakan Label 'Made in China' dari AS

Hong Kong menilai kebijakan AS yang memberikan label made in China bagi produk manufaktur Hong Kong sebagai tindakan tidak beradab.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  15:28 WIB
Exchange Square di Hong Kong. -  Justin Chin / Bloomberg
Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Amerika Serikat melabeli barang yang diproduksi di Hong Kong dengan tulisan 'Made in China' atau dibuat di China dinilai tidak masuk akal dan tidak beradab.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Edward Yau.

"Hal tersebut tidak penting dan tidak masuk akal. Mereka ingin label 'Made in Hong Kong' hilang. Ini tidak adil dan tidak beradab," ujar Edward, Senin (24/8/2020).

Pemerintah AS mengumumkan kebijakan terkait label produk asal Hong Kong ini pada awal bulan Agustus sebagai hasil dari penghapusan status perdagangan spesial, menyusul penerapan UU Keamanan Nasional Hong Kong.

Badan Bea dan Proteksi Perbatasan AS pada 21 Agustus memperpanjang penerapan aturan baru bagi Hong Kong selama 45 hari hingga 9 Novermber 2020.

"Dalam upaya untuk mengizinkan importir memenuhi waktu untuk mengikuti aturan tersebut," ungkap badan pengawas tersebut.

Menurut Yau, pejabat Hong Kong telah menawarkan sejumlah alternatif label, yakni penulisan 'Hong Kong, China'.

Yau menuturkan penerapan ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil ekspor Hong Kong ke AS. Namun, ini akan membuat bisnis manufaktur lokal yang menjalin bisnis dengan AS terdampak. "Jadi isu ini tidak bisa diacuhkan," kata Yau.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top