Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bareskrim Ternyata Periksa Antasari Azhar terkait Djoko Tjandra

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan bahwa Antasari Azhar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  12:59 WIB
Antasari Azhar. - Antara
Antasari Azhar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri ternyata sempat memeriksa mantan Ketua KPK Antasari Azhar terkait perkara tindak pidana gratifikasi untuk menghapus status red notice Joko Tjandra alias Djoko Soegiharto Tjandra.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan bahwa Antasari Azhar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Joko Soegiharto Tjandra.

Menurut Argo, pemanggilan tersebut dilakukan tim penyidik terhadap Antasari Azhar pada Kamis 13 Agustus 2020 lalu. Namun, Argo tidak memberikan penjelasan lebih detil lagi.

"Memang benar, sempat diperiksa sebagai saksi ya," tuturnya, Kamis (20/8/2020).

Sebelumnya, Polri menetapkan empat tersangka terkait kasus gratifikasi untuk menghapus status red notice terpidana Joko Soegiharto Tjandra di Interpol.

Keempat tersangka terbagi menjadi dua yaitu pihak penerima suap Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB) dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo (PU). Kemudian dua tersangka lainnya adalah pemberi suap yaitu pengusaha Tomy Sumardi (TS) dan Joko Soegiharto Tjandra (JST).

Kemarin, Bareskrim Polri memeriksa Kepala Kantor Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Jakarta Utara terkait kasus gratifikasi penghapusan status red notice Joko Tjandra.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan Kepala Kantor Imigrasi itu diperiksa sebagai saksi untuk mendalami pembuatan paspor Joko Tjandra dan memperjelas rangkaian peristiwa penghapusan red notice Joko Tjandra saat masih menjadi buronan.

"Memang benar pemeriksaan saksi atas nama Sandi Andaryadi (Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara) terkait pembuatan paspor tersangka JST dan surat Divhubinter ke Imigrasi yang kemudian mengakibatkan pencabutan red notice dan pencekalan tersangka," kata Ferdy melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dia menjelaskan bahwa Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara tersebut memenuhi panggilan tim penyidik sejak pukul 11.00 WIB, kemarin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim Kasus Djoko Tjandra
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top