Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kudeta di Mali, Pengunjuk Rasa Jarah Rumah Anak Presiden Boubacar Keita

Perdana Menteri Mali Cisse telah mengunggah permohonan kepada pasukan di Facebook meminta militer untuk meletakkan senjata dan terlibat dalam dialog.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  08:18 WIB
Presiden Mali, Boubacar Keita. - Istimewa
Presiden Mali, Boubacar Keita. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sekelompok tentara menangkap Presiden Mali, Boubacar Keita dan Perdana Menteri Boubou Cisse dalam satu upaya kudeta, menurut ketua Uni Afrika.

Ketua Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat mengutuk berita penangkapan itu dalam akun Twitter miliknya yang diunggah kemarin.

"Saya sangat mengutuk penangkapan Presiden Ibrahim Boubacar Keita, Perdana Menteri dan anggota lain dari Pemerintah Mali dan menyerukan pembebasan mereka sesegera  mungkin," tulis Mahamat seperti dikutip CNN.com, Rabu (19/8/2020).

Dia telah meminta para pemberontak untuk menghentikan semua penggunaan kekerasan, dan meminta komunitas internasional menentang penggunaan kekuatan apa pun.

Sebelumnya, Perdana Menteri Mali Cisse telah mengunggah permohonan kepada pasukan di Facebook meminta militer untuk meletakkan senjata dan terlibat dalam dialog.

"Pemerintah menyerukan rasa patriotik dan meminta penggunaan senjata dihentikan. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan dalam dialog," tulis Perdana Menteri Mali dalam sebuah pernyataan.

Permintaan itu telah diposting sebelum dia dilaporkan ditahan.

Massa kemarin turun ke jalan di Bamako, wilayah di sekitar monumen kemerdekaan Ibu Kota.

Dalam sebuah cuplikan, pengunjuk rasa dengan sepeda motor terlihat bersorak mendukung berita dugaan kudeta, sementara beberapa pendukung oposisi lainnya merayakannya dengan mengibarkan bendera Mali dan meniup alat musik tradisional vuvuzela.

Sedangkan di tempat lain, lebih dari seribu orang berkumpul di luar rumah presiden, meskipun mereka dicegah masuk oleh tentara. Pengunjuk rasa masuk dan menjarah rumah kosong milik putra Keita, Karim, yang terletak di dekatnya.

Karim Keita mengundurkan diri pada Juli lalu dari jabatannya sebagai ketua komisi pertahanan di parlemen di tengah lonjakan kekerasan dan seruan pengunduran diri ayahnya.

Sebuah gedung milik Menteri Kehakiman Mali juga dijarah dan dibakar.

Kerusuhan di Ibu Kota Mali terjadi menyusul laporan percobaan pemberontakan pada Selasa (18/8/2020) pagi di kamp militer sejauh 15 kilometer di luar kota.

Asap mengepul dari kediaman Menteri Keuangan Mali, Kassim Tapo di Bamako kemarin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kudeta pemberontak
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top