Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kerja PBB Saat Pandemi Semakin Berat, Ini Pesan Menlu Retno

PBB harus menjadi motor kepemimpinan global dan menjadi perekat kepentingan semua negara baik besar ataupun kecil, tanpa terkecuali.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  17:16 WIB
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan, di Jakarta, Rabu (9/1/2019). - Dok. Kemlu
Menlu Retno Marsudi saat menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan, di Jakarta, Rabu (9/1/2019). - Dok. Kemlu

Bisnis.com, JAKARTA - Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan semakin menantang seiring dengan Covid-19 yang terus berevolusi. PBB diminta agar lebih mengedepankan aksi konkret, bukan retorika semata.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam talkshow virtual yang bertajuk Refleksi Kritis 75 Tahun PBB, Kamis (13/8/2020).

Dia menyampaikan tiga pesan bagi PBB yang berperan sebagai pemersatu dunia internasional.

Pertama, PBB harus menjadi motor kepemimpinan global dan menjadi perekat kepentingan semua negara baik besar ataupun kecil, tanpa terkecuali. PBB harus memastikan bahwa setiap negara mau menanggalkan kepentingan politik masing-masing untuk menyelesaikan krisis pandemi ini.

Dia menilai PBB sudah terlalu lama hanya dijadikan forum memperbesar dan mempertajam perbedaan antar negara, terutama negara berkekuatan besar.

"UN Chartered [Piagam PBB] tidak dihormati dan diterapkan termasuk prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah berdaulat," ungkapnya.

Kedua, PBB harus bisa mengelola dan tuntutan dunia. Dalam jangka pendek, PBB harus mendukung upaya masyarakat internaisonal dalam memitigasi pandemi dan dampak ekonomi termasuk akses obat dan vaksin.

Untuk jangka panjang, PBB harus bisa membantu memperbaiki tata kelola kesehatan global, termasuk upaya mencegah pandemi pada masa mandatang.

"Retorika bukan opsi. Kerja PBB harus berorientasi pada hasil konkret, memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan masyarakat internasional," tegasnya.

Menurutnya, jika PBB gagal menjawab tantangan global, maka risiko menurunnya kepercayaan terhadap multilateralisme akan semakin besar.

Ketiga, PBB harus bisa mengantisipasi berbagai tantangan masa depan. Tantangan tidak akan semakin ringan, tetapi justru semakin sulit diprediksi dan bergejolak.

Pada saat dunia memerangi Covid-19, PBB harus bisa menggalang persatuan global agar mampu melewatinya dan mencegah terjadinya pandemi pada masa mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb Virus Corona retno l.p. marsudi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top