Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Tatap Muka dan Praktik di SMK Diperbolehkan, Begini Persiapannya

Wikan menjelaskan, bagi siswa SMK yang praktiknya memang dibutuhkan hadir di laboratorium atau workshop, boleh hadir ke sekolah di zona mana pun, dengan menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketat.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  12:39 WIB
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto membuka acara media gathering dan kunjungan ke SMK 27 Jakarta, Selasa (11/8/2020). JIBI - Bisnis/Mutiara Nabila
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto membuka acara media gathering dan kunjungan ke SMK 27 Jakarta, Selasa (11/8/2020). JIBI - Bisnis/Mutiara Nabila

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama tiga kementerian lainnya bakal memperbolehkan sekolah, termasuk SMK untuk kembali buka dan melakukan proses belajar mengajar tatap muka. Namun, pelaksaannya perlu persiapan yang matang. 

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan, terkait pernyataan  SKB 4 Menteri yang baru memang memperbolehkan SMK untuk belajar tatap muka, khususnya untuk praktik.

"Awalnya SKB itu untuk SMK kan disamakan dengan SMA. Kemudian kita menjaring masukan dari guru SMK se-Indonesia. Karena banyak yang menyampaikan bahwa anak SMK itu kalau full daring pembelajaran terutama praktik akan dikhawatirkan lulusannya kurang kompeten karena 60 persen praktik," jelasnya saat kunjungan ke SMKN 27 Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Wikan menjelaskan, bagi siswa SMK yang praktiknya memang dibutuhkan hadir di laboratorium atau workshop, boleh hadir ke sekolah di zona mana pun, dengan menerapkan protokol Covid-19 yang sangat ketat.

"Kami juga sudah berkoordinasi untuk dipastikan kesiapan protokol kesehatan di sekolah, tempat cuci tangan dan pembersihan," tegasnya.

Nantinya, pengawasan juga akan dilakukan  bersama-sama dengan Pemda dan Gugus Tugas. Namun, peaksanaannya tetap akan diserahkan kepada pemda dan sekolah. 

"Terkait anaknya mau datang ke sekolah, sekolahnya mau buka atau tidak itu terserah, bukan kami yang mewajibkan. N,anti tetap terhantung Pemda, sekolah, siswa dan orang tua masing-masing," imbuh Wikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provini DKI Jakarta Nahdiana menambahkan, bahwa untuk membuka kembali sekolah ini keselamatan anak-anak dan para satuan pendidikan tetap lebih utama. 

"Jadi, terkait dengan pengawasan ita sudah siapkan panduan protokol. Di SMK sudah kita persiapkan. DKI juga ada assesment yang harus diisi guru, sekolah, dan siswa. Ada aplikasinya untuk masing-masing dan sudah terintegrasi dan ini sudah dalam proses," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smk covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top