Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Lebanon Hassan Diab Undurkan Diri, setelah 4 Menteri Mundur

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menyatakan mundur dari jabatannya setelah empat menteri mengundurkan diri buntut kasus ledakan gudang amonium nitrat di Beriut, Selasa (4/8/2020).
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  23:28 WIB
Presiden Lebanon Michel Aoun memimpin rapat di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, Kamis (13/2/2020). - Antara/Reuters\n\n
Presiden Lebanon Michel Aoun memimpin rapat di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, Kamis (13/2/2020). - Antara/Reuters\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menyatakan mundur dari jabatannya setelah empat menteri mengundurkan diri buntut kasus ledakan gudang amonium nitrat di Beriut, Selasa (4/8/2020).

Menurut laporan Aljazeera.com, Diab telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada Presiden Lebanon, Michael Aoun, dan tengah menyiapkan pidato penguduran dirinya.

Tensi politik di Lebanon memanas pasca ledakan gudang amonium nitrat yang menewaskan sekitar 200 orang dan melukai sedikitnya 6.000 orang.

Senin pagi (10/8/2020) waktu Beirut, Menteri Hukum Marie Claude Najem menjadi menterai terakhir yang menyatakan mundur dari Kabinet PM Hassan Diab.

Pada Minggu (9/7/2020), Menteri Informasi Manal Abdel Samad dan Menteri Pembangunan Administrasi dan Lingkungan Damianos Kattar menyatakan pengunduran dirinya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Nassif Hitti mengundurkan diri beberapa hari setelah ledakan gudang amonium nitrat di Pelabuhan Beirut.

Dengan demikian sudah empat menteri yang menyatakan mundur dari Kabinet PM Hassan Diab. Konstitusi Lebanon menyebutkan bahwa kabinet dinyatakan bubar jika lebih dari 2/3 menterinya mengundurkan diri. Namun karena tensi politik memanas, PM Hassan Diab memilih mundur dan nasib kabinet tergantung dengan PM baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebanon ledakan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top