Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Juta Lebih Kasus Corona di Amerika Serikat

Trump berdalih bantuan ekonomi itu bertujuan untuk membantu kalangan pengangguran dan untuk negara-negara bagian yang berjuang dengan krisis kesehatan masyarakat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  08:19 WIB
Seorang pedagang menyesuaikan maskernya saat ia bekerja di lantai New York Stock Exchange ketika wabah Virus Corona berlanjut di wilayah Manhattan di New York, AS, 28 Mei 2020. - Antara/Reuters
Seorang pedagang menyesuaikan maskernya saat ia bekerja di lantai New York Stock Exchange ketika wabah Virus Corona berlanjut di wilayah Manhattan di New York, AS, 28 Mei 2020. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) kemarin mencatat rekor  baru lebih dari lima juta kasus Virus Corona, sedangkan perintah eksekutif Presiden Donald Trump untuk memecahkan kebuntuan politik dengan  mengalokasikan bantuan ekonomi mendapat kecaman.

Langkah presiden itu disebut sebagai kebijakan tidak konstitusional, sedangkan calon pesiden Joe Biden menuduh Presiden Trump mencari-cari pembenaran dan suka berbohong.

Trump berdalih bantuan ekonomi itu bertujuan untuk membantu kalangan pengangguran dan untuk negara-negara bagian yang berjuang dengan krisis kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, dia mengadakan konferensi pers di klub golf mewahnya di New Jersey untuk menyampaaikan gagasan tersebut.Akan tetapi, dia kemudian mendapat kecaman termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.

Gubernur New York, Andrew Cuomo menolak perintah eksekutif Trump dan menyebutnya sebagai langkah "menggelikan" dan sebagai tanggapan pemerintah federal yang gagal mengatasi pandemi.

Cuomo mengatakan bahwa rencana Trump akan merugikan negara bagian New York US$4 miliar.

“Ini hanya kemustahilan. Jadi semua ini tidak bisa dilakukan di pihak federal. Ini harus diselesaikan,” ujarnya seperti dikutip TheGuardian.com, Senin (10/8/2020).

Cuomo mengaku tidak tahu apakah Trump tulus dalam berpikir bahwa perintah eksekutif adalah sebuah resolusi atau apakah ini hanya taktik dalam negosiasi.

“Tapi ini tidak bisa diterima untuk negara. Dan saya berharap ini hanya satu bab dalam buku Washington salah urus Covid-19," katanya.

Rencana Trump telah  melangkahi kendali Kongres terkait pengeluaran anggaran federal dan bersifat ilegal. Proposalnya tidak bisa dijalankan dan gagal mengatasi kesulitan keuangan paling mendesak yang dihadapi waarga Amerika Serikat, ujarnya.

"Ini adalah ilusi," kata Nancy Pelosi, Ketua DPR dari Partai Demokrat, kepada Fox News Sunday.

Pernyataan Pelosi itu menunjukkan pertikaian yang kian dalam ketika AS melanjutkan perannya yang tidak diinginkan sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona Donald Trump covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top