Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Tetap Berencana Kurangi Subsidi JobKeeper Akhir September

Menteri Keuangan Australia Mathias Cormann mengungkapkan pemerintah akan terus memantau setiap perkembangan yang ada mengenai program tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  09:43 WIB
Mathias Comann - Bloomberg
Mathias Comann - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Australia masih berencana untuk menurunkan jumlah subsidi upah dalam program JobKeeper pada akhir bulan depan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Australia Mathias Cormann, seraya mengungkapkan pemerintah akan terus memantau setiap perkembangan yang ada mengenai program tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, jumlah subsidi dalam program tersebut akan diturunkan dari A$1.500 (Rp15,7 juta) menjadi A$1.200 (Rp12,6 juta) per dua pekan pada akhir September, bertepatan dengan akhir dari lockdown di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia.

Seperti diketahui, program JobKeeper merupakan stimulus bagi para pekerja yang tengah dirumahkan oleh perusahaan yang mempekerjakan mereka agar terhindar dari pemutusan hubungan kerja.

 “Kami benar-benar perlu untuk beralih dari dukungan fiskal tingkat krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membawa ekonomi ke kondisi new normal dalam transisi bertahap yang tepat,” kata Cormann dalam sebuah wawancara dengan Australian Broadcasting Corp., seperti dikutip Bloomberg.

“Apa yang telah kami tunjukkan selama periode ini adalah bahwa kami siap untuk membuat keputusan dalam konteks situasi yang berkembang berdasarkan informasi yang kami terima,” lanjut Cormann.

Meskipun Australia berhasil melandaikan kurva infeksi virus corona, gelombang kedua penyebaran virus mulai kembali melanda di Victoria. Negara bagian ini memberlakukan kebijakan social distancing yang paling ketat, yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mengguncang kepercayaan di seluruh negeri.

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan negara bagian mencatat 394 kasus Covid-19 baru dan 17 kematian dalam 24 jam terakhir. Sebanyak 10 kasus baru dilaporkan di negara bagian New South Wales dalam 24 jam hingga 8 malam hari Sabtu.

Wabah di Victoria, bersama dengan rencana pengurangan pembayaran program JobKeeper, telah memicu kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi lanjutan, yang diperkirakan menunda pemulihan dari resesi ekonomi pertama dalam hampir 30 tahun.

Perdana Menteri Scott Morrison telah memperingatkan bahwa lockdown di seluruh Victoria dan pengetatan pembatasan di Melbourne untuk menahan wabah akan memangkas produk domestik bruto sebesar 2,5 persen pada kuartal ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top