Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangeran Mohammad Dituduh Berencana Bunuh Mantan Pejabat Intelijen

Putra Aljabri mendapat peringatan dari FBI soal ancaman terhadap sang ayah dan keluarganya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  07:13 WIB
Pangeran Mohammad bin Salman
Pangeran Mohammad bin Salman

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang mantan pejabat tinggi intelijen Arab Saudi menuduh Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengirim regu pembunuh ke Kanada untuk menghabisinya.

Pengiriman tim pembunuh itu, tuding sang mantan pejabat tinggi intelijen, terjadi beberapa hari setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh anggota kelompok yang sama.

Mantan pejabat intelijen bernama Saad Aljabri Itu menyebut Mohammed bin Salman (MBS) mengirim tim pembunuh lebih dari setahun setelah Aljabri melarikan diri dari Arab Saudi.

Dia berulang kali menolak upaya putra mahkota itu yang memancingnya untuk kembali pulang ke negaranya atau tempat lain yang bisa diakses Arab Saudi.

Aljabri juga menyebutkan banyak orang yang diduga sebagai rekan konspirator, termasuk dua orang yang dituduh berada di balik operasi Khashoggi.

MBS, menurut pesan teks WhatsApp yang sebelumnya tidak dilaporkan, meningkatkan ancamannya. Dia mengancam akan menggunakan "semua cara yang tersedia" dan mengancam untuk "mengambil tindakan yang akan berbahaya."

Putra mahkota itu juga melarang anak-anak Aljabri meninggalkan negara tersebut seperti dikutip CNN.com, Jumat (7/8/2020).

Pemerintah Saudi di Riyadh, Kedutaan Besar di Washington dan yayasan nirlaba Putra Mahkota tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Menurut Aljabri, MBS mengirim regu yang disebut “Pasukan Harimau” yang dikerahkan ke Kanada termasuk personel forensik yang berpengalaman dengan pembersihan tempat kejadian perkara.

Mereka juga membawa serta dua tas alat forensik.

"Tim pembunuh digagalkan oleh petugas keamanan perbatasan Kanada yang curiga dengan perilaku mereka di pos pemeriksaan bandara," kata Aljabri seperti dikutip dari Fox News.

Komunitas keamanan nasional AS telah mengetahui upaya balas dendam MBS terhadap Aljabri "pada tingkat tertinggi" menurut seorang mantan pejabat senior AS.

"Semua orang tahu itu," kata mantan pejabat tersebut dengan menambahkan bahwa mereka tahu MBS ingin memikat Aljabri kembali ke Arab Saudi namun gagal. MBS, lanjut sang pejabat, akan berusaha menemukan aljabri di luar dengan maksud untuk menyakitinya.

Sembilan bulan sebelumnya, Aljabri mengatakan tim Saudi mendarat di Kanada untuk membunuhnya.

Putra Aljabri, Khalid, diperingatkan oleh agen FBI tentang ancaman terhadap Aljabri dan nyawa keluarganya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi

Sumber : CNN.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top