Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19 NU: Ibu-Ibu Jewer Anak dan Ingatkan Suami untuk Gunakan Masker

Presiden Jokowi mengarahkan bahwa dalam dua minggu ke depan kampanye difokuskan pada pemakaian masker untuk mengendalikan penularan Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  10:55 WIB
Dua orang anak menggunakan masker pelindung wajah saat bermain di depan mural bertema Covid-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\n\n
Dua orang anak menggunakan masker pelindung wajah saat bermain di depan mural bertema Covid-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Koordinator Satgas Covid-19 NU Muhammad Makky Zamzani menuturkan pihaknya tengah berupaya menggerakkan peran ibu-ibu di dalam rumah untuk menyadarkan penggunaan masker di tengah masyarakat.

“Baru-baru ini kita menggerakkan peran dari Musliman dan Fatayat NU sebagai ibu-ibu di rumah untuk menjewer anak-anak atau mengingatkan suami untuk menggunakan masker, jika ke luar rumah karena ibu yang lebih perhatian,” kata Makki saat memberi keterangan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) pada Jumat (7/8/2020).

Langkah itu diambil, menurut dia, untuk menerjemahkan pesan penggunaan masker di tengah masyarakat khususnya dalam kalangan warga NU.

“Jadi kita berharap dengan adanya promosi dan edukasi penggunaan masker itu ada perubahan perilaku, namun saat ini memang kalau di penyakit-penyakit lain agak butuh waktu panjang, tetapi kita butuh waktu segera [untuk pandemi],” kata dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kampanye penerapan protokol kesehatan dilakukan bertahap.

Presiden mengarahkan bahwa dalam dua minggu ke depan kampanye difokuskan pada pemakaian masker. Dua minggu setelahnya baru menjaga jarak dan seterusnya.

"Mungkin dalam dua minggu ini kita fokus kampanye mengenai pakai masker, nanti dua minggu berikut kampanye mengenai jaga jarak atau cuci tangan, tidak dicampur langsung urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerumun, dan pakai masker," ujarnya saat membuka Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (3/8/2020).

Kepala Negara beralasan, masyarakat menengah ke bawah kesulitan menangkap pesan protokol kesehatan yang beragam secara bersamaan.

Jokowi meminta agar kampanye tersebut melibatkan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Menurutnya, keberadaan PKK yang dekat dengan masyarakat bisa lebih efektif dalam menyampaikan pesan protokol kesehatan melalui kampanye door to door.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nahdlatul ulama masker covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top