Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TikTok Rogoh US$500 Juta Bangun Pusat Data di Eropa

Pusat data baru ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2022. Setelah online, data pengguna Eropa akan disimpan di lokasi itu.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  10:51 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA - TikTok, aplikasi berbagi video milik ByteDance, tengah menyiapkan pusat data pertamanya di Eropa dengan investasi 420 juta euro (US$ 500 juta) di Irlandia.

Perusahaan menjanjikan pembukaan ratusan lapangan kerja untuk meningkatkan pengamanan dan perlindungan data pengguna TikTok dan mempersingkat waktu pemuatan untuk pengguna di Eropa. Namun, pusat data baru ini diharapkan dapat beroperasi pada awal 2022. Setelah online, data pengguna Eropa akan disimpan di lokasi itu.

Sebelumnya TikTok juga mendirikan pusat data di Dublin awal tahun ini dan mengatakan bahwa investasi baru menandakan komitmen jangka panjang di Irlandia.

Perusahaan induknya yang berbasis di Beijing, ByteDance Ltd., telah bekerja untuk menjauhkan operasi domestiknya di China untuk menenangkan regulator luar negeri.

Setelah dituduh oleh legislator AS dan administrasi Trump mengumpulkan data pengguna dan dengan demikian menciptakan risiko keamanan nasional, saat ini perusahaan menghadapi tenggat waktu enam minggu untuk mengunci kesepakatan dengan Microsoft Corp atau perusahaan Amerika lain untuk penjualan operasinya di AS. Saat ini TikTok menyimpan data pengguna internasional di server di AS dan Singapura.

Langkah untuk memperluas operasinya di dalam perbatasan UE adalah bagian dari upaya global TikTok untuk membuktikan tanggungjawabnya sebagai layanan yang dapat dipercaya. Sebagai bagian dari pengembangan pusat data baru, TikTok juga terus mengembangkan tim perlindungan data dan privasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa pusat data TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top