Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua Parlemen AS Kritik Jubir Covid-19 Gedung Putih

Koordinator Penanganan Covid-19 Gedung Putih Deborah Birx diduga memberikan informasi kepada Gedung Putih dengan data tak realistis. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  17:20 WIB
Ketua Parlemen Amerika Serikat Nancy Pelosi. -  Reuters
Ketua Parlemen Amerika Serikat Nancy Pelosi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Parlemen Amerika Serikat Nancy Pelosi mengkritisi Koordinator Penanganan Covid-19 Gedung Putih Deborah Birx yang dianggap seringkali menyebarkan disinformasi. 

"Presiden telah menyebarkan disinformasi terkait virus dan [Birx] adalah wakilnya, jadi saya tidak yakin," katanya saat diwawancara ABC seperti dikutip dari The Guardian, Senin (3/8/2020).

Pelosi justru lebih mendukung ahli kesehatan lain seperti Anthony Fauci. Pelosi mengomentari Birx tengah bernegosiasi dengan pihak Republik untuk mengakses paket kebijakan baru untuk penanganan Covid-19. 

Birx, yang merupakan ahli penyakit menular terutama HIV/AIDS, diduga memberikan informasi kepada Gedung Putih dengan latar belakang data yang tidak realistis untuk penanganan Covid-19. 

Kritik Pelosi ini terkait dengan wawancara Birx dengan CNN International yang mengungkapkan bahwa AS tengah berada dalam fase baru dengan penyebaran Covid-19 yang lebih luas dibandingkan awal tahun ini.

Seperti dilansir dari CNN International, Minggu (2/8/2020), apa yang dilihatnya saat ini berbeda dengan yang terjadi pada Maret dan April. "[Virus] luar biasa tersebar luas. Virus menyebar ke daerah pedesaan maupun perkotaan," katanya.

Dia meminta masyarakat yang tinggal di perkotaan maupun pedesaan untuk disiplin melakukan protokol kesehatan. Kendati tinggal di pedesaan, imun masyarakat tetap tidak terlindungi.

Sementara yang tinggal di perkotaan, jika mendapati tetangga mereka ada yang positif, Birx menyarankan agar menggunakan masker di rumah. "Dengan asumsi anda positif, jika di rumah ada yang memiliki komorbiditas [penyakit penyerta]," ungkapnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memprediksi kematian akibat Covid-19 di AS akan mencapai 173.000 pada 22 Agustus 2020. 

Sementara mantan administrator BPOM AS Scott Gottlieb meyakini tingkat kematian di AS bakal naik dua kali lipat menjadi 300.000 pada akhir 2020.

Berkaitan dengan itu, Birx enggan memaparkan prediksinya. Tingkat kematian tergantung pada negara bagian di selatan dan barat dalam mitigasi Covid-19. 

Hingga Minggu, Johns Hopkins University melaporkan 4,6 juta kasus Covid-19 di AS dengan total kematian mencapai 154.449. 

Ini bukan pandangan pollyannish (cenderung pada hal-hal yang menyenangkan ketimbang yang tidak menyenangkan), kata Birx tentang nasihat yang diberikannya kepada presiden.  

“Saya tidak pernah disebut pollyannish, atau non-ilmiah, atau tidak berbasis data. Saya akan mempertaruhkan karier 40 tahun saya pada prinsip-prinsip dasar menggunakan data untuk mengimplementasikan program yang lebih baik dan menyelamatkan nyawa."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top