Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua DPR AS Robek Salinan Naskah Pidato Donald Trump

Trump saat itu tidak mengetahui aksi Pelosi karena ia dalam posisi membelakangi ketua DPR.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  16:05 WIB
/Bloomberg
/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat Nancy Pelosi merobek salinan teks pidato kenegaraan Donald Trump, Selasa (4/2/2018), begitu Presiden AS itu selesai berpidato di Gedung Kongres.

Setelah Trump menyampaikan pidato tahunan kenegaraan, yang dikenal dengan State of the Union, dengan ekspresi datar Pelosi merobek-robek naskah tersebut saat ia berdiri di sebelah Wakil Presiden Mike Pence. Trump saat itu tidak mengetahui aksi Pelosi karena ia dalam posisi membelakangi ketua DPR.

Ketika ditanya alasan aksinya setelah acara tersebut, Pelosi mengatakan bahwa merobek naskah pidato merupakan "hal yang paling sopan yang dapat dilakukan jika dibandingkan alternatif lainnya,” ungkapnya seperti dikutip Bloomberg.

Sebelum peristiwa ini, Trump sempat mengabaikan uluran tangan Pelosi untuk berjabat tangan dan memilih untuk menghiraukannya, sebelum ia naik ke panggung untuk berpidato.

Dalam komentar resminya setelah pidato State of the Union Trump, Pelosi menyebut pidato itu adalah manifestasi dari kesalahan-kesalahan presiden.

"Manifesto kesalahan yang disajikan di halaman demi halaman dari pidato malam ini harus menjadi ajakan untuk bertindak bagi semua orang yang mengharapkan kebenaran dari Presiden dan kebijakan-kebijakan yang layak bagi pemerintah dan rakyat AS. Rakyat mengharapkan dan pantas mendapatkan seorang Presiden yang punya integritas dan menghormati aspirasi,” ungkap Pelosi dalam keterangan resminya.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

nancy pelosi, trump

Trump menghabiskan setengah jam pertama pidatonya untuk memuji pencapaiannya di bidang ekonomi sebagai "yang terbaik yang pernah ada" dan mengatakan dia telah menepati banyak janjinya terhadap warga AS.

Dia mengemukakan serangkaian statistik pasar tenaga kerja yang kuat, dengan tingkat pengangguran untuk warga kulit hitam, warga Amerika keturunan hispanik, dan wanita semuanya mencapai rekor terendah atau atau hampir mencapai rekor selama masa kepresidenannya.

Dalam pidatonya, Trump juga turut menjabarkan kesepakatan perdagangan terbaru dengan Meksiko dan Kanada. Dia juga menyinggung kesepakatan perdagangan fase pertama dengan China yang meredakan perang perdagangan dengan negara tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top