Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Update Covid-19 Global: Jumlah Kasus 17,75 Juta, Angka Kematian Meksiko Salip Inggris

Berdasarkan data Worldometer, jumlah kasus akibat virus corona mencapai 17,75 juta pasien. Jumlah kematian 682.889 kasus, dan kesembuhan 11,15 juta pasien.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  09:34 WIB
Kerabat korban Covid-19 berkabung dalam pemakaman massal korban virus corona di Manaus, Brasil pada 19 Mei. - Andre Coelho/Bloomberg via Getty Images Amerika Selatan
Kerabat korban Covid-19 berkabung dalam pemakaman massal korban virus corona di Manaus, Brasil pada 19 Mei. - Andre Coelho/Bloomberg via Getty Images Amerika Selatan

Bisnis.com, JAKARTA - Meksiko menyalip Inggris menjadi negara dengan kasus kematian terbanyak ketiga akibat Covid-19.

Berdasarkan data Worldometer, jumlah kasus akibat virus corona mencapai 17,75 juta pasien. Jumlah kematian 682.889 kasus, dan kesembuhan 11,15 juta pasien.

Mengutip Bloomberg pada Sabtu (1/8/2020), kasus kematian yang dilaporkan di Meksiko ini naik 688 kasus dari Kamis hingga mencapai 46.688 kasus.

Jumlah kasus meningkat dengan catatan harian 8.458 menjadi 424.637. Sementara di Inggris berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University, terdapat catatan sebanyak 46.204 kasus kematian.

Tingkat kematian yang tinggi di Meksiko menunjukkan angka kasus aktual mungkin jauh lebih curam. Brasil berada di urutan kedua di belakang AS dengan jumlah kasus dan kematian terbanyak, maka tingkat kematian sekitar dua kali lipat dari Meksiko.

Di sisi lain kasusnya juga sekitar enam kali lebih tinggi. Brasil melaporkan 52.383 kasus baru, turun dari 57.837 hari sebelumnya, dengan total 2.662.485. Namun, kematian di negara ini, yang terparah oleh Covid-19 setelah AS, naik menjadi 1.212, dari 1.129 hari sebelumnya. Total kasus kematian akibat covid-19 sebanyak 92.475.

Sementara itu, China melaporkan 45 Kasus Baru hingga Juma tanpa ada kematian baru yang dilaporkan, Menurut Komisi Kesehatan Nasional sebanyak 39 kasus lokal ditemukan, dengan 31 di Xinjiang dan delapan di provinsi Liaoning utara. Keenam kasus yang diimpor termasuk empat di Shanghai dan dua di provinsi Guangdong.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Vietnam juga mengkonfirmasi 12 kasus lain di kota pesisir Danang. Pemerintah sekarang telah melaporkan total 558 kasus dan dua kematian akibat virus.

Para pemimpin di Hanoi memerintahkan bar untuk menutup dan menunda pertemuan agama dan budaya serta acara besar lainnya, kata kota itu di situs webnya

Presiden Venezuela Nicolas Maduro melaporkan rekor sebanyak 715 kasus. Dalam pernyataan dengan sebuah televise pemerintah, dia mengatakan 6 orang lagi telah meninggal dengan total 164 kasus.

Total kasus di negara itu naik menjadi 18.574. Nicolas mendesak Venezuela untuk menghentikan pesta-pesta di rumah untuk mencegah penyebaran infeksi.

Texas mengkonfirmasi 8.839 kasus virus lagi, sehingga jumlah negara bagian menjadi 420.946. Jumlah kasus baru secara bertahap mereda selama dua minggu terakhir dari tertinggi lebih dari 10.000 per hari pada pertengahan Juli.

Namun, karena melambatnya kasus-kasus baru telah mengurangi tekanan pada rumah sakit. Angka kematian setiap hari mencapai rekor tertinggi lebih dari 300 sehari.

Sementara kematian yang dilaporkan pada Jumat turun tepat di bawah tolok ukur itu, dengan 295 kematian lainnya dan menjadikan total kematian di Texas menjadi 6.569.

California pada Jumat melampaui 9.000 kasus kematian akibar virus corona. Central Valley, sebuah kawasan pertanian, mengalami wabah yang berkembang pesat, mendorong Gubernur Gavin Newsom memberikan bantuan US$52 juta dana ke daerah tersebut pekan ini untuk membantu memerangi krisis.

Pukulan Ganda di Carolina Utara

Gubernur North Carolina Roy Cooper menyebut kombinasi Badai Isaias dan terjangan virus corona di negara bagian itu sebagai "masalah ganda" dan telah membuat rencana untuk mencegah evakuasi supaya tidak memperburuk penyebaran infeksi.

"Karena pertempuran kami yang berkelanjutan dengan Covid-19, orang-orang membutuhkan tempat berlindung. akan diperiksa gejalanya dan diberikan alat pelindung diri seperti masker di tempat penampunga. Jika seseorang memiliki gejala, negara bagian memiliki opsi perlindungan yang berbeda yang tersedia di tempat yang lebih mudah diisolasi,"katanya.

North Carolina mencapai rekor kematian dan infeksi selama seminggu terakhir. Cooper menyatakan akibat keadaan darurat karena Badai Isaias diperkirakan berada di dekat pantai Florida, juga terpukul oleh Covid-19.

Data 10 negara dengan kasus Covid-19 terbanyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top